Kenapa Sudah Online Tapi Sepi Pembeli? Realitas Baru Digitalisasi UMKM
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan jajaran Bawaslu Bantul sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah secara bergilir setiap pekan. Dalam momentum itu, siswa mendapatkan pesan langsung terkait pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran demokrasi sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam setiap proses pemilu.
Ia menjelaskan, melalui amanat upacara, para siswa diberikan pemahaman mengenai posisi strategis pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang Pemilu 2029.
"Harapan kami bisa meningkatkan partisipasi generasi muda dalam setiap proses pemilu ke depan," katanya dikutip, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, mengungkapkan bahwa pada 2026 program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 40 sekolah jenjang SMA dan SMK di Bantul. Program tersebut juga direncanakan berlanjut secara berkesinambungan hingga memasuki tahapan Pemilu 2029.
Ia menambahkan, para siswa akan dibekali pemahaman mengenai hak konstitusional sebagai pemilih, sekaligus dikenalkan pada berbagai ancaman terhadap demokrasi seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap pemilu.
Selain itu, pelajar juga didorong untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif dalam setiap proses demokrasi, termasuk berani menolak praktik politik uang serta tidak menyebarkan informasi bohong di lingkungan mereka.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini dan mendorong sekolah untuk proaktif berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkaya wawasan siswa terkait politik, pemilu, dan demokrasi di Indonesia.
Melalui program Bawaslu Goes to School, diharapkan pelajar SMA dan SMK di Bantul dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas saat menghadapi pemilu maupun pilkada mendatang, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.