DPD PDIP DIY Serahkan SK PAC se-DIY dan Bekali Penguatan Ideologi
PDI Perjuangan DIY menyerahkan SK PAC 2026-2031 dan memperkuat konsolidasi partai untuk penguatan organisasi serta persiapan pemilu.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan jajaran Bawaslu Bantul sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah secara bergilir setiap pekan. Dalam momentum itu, siswa mendapatkan pesan langsung terkait pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran demokrasi sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam setiap proses pemilu.
Ia menjelaskan, melalui amanat upacara, para siswa diberikan pemahaman mengenai posisi strategis pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang Pemilu 2029.
"Harapan kami bisa meningkatkan partisipasi generasi muda dalam setiap proses pemilu ke depan," katanya dikutip, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, mengungkapkan bahwa pada 2026 program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 40 sekolah jenjang SMA dan SMK di Bantul. Program tersebut juga direncanakan berlanjut secara berkesinambungan hingga memasuki tahapan Pemilu 2029.
Ia menambahkan, para siswa akan dibekali pemahaman mengenai hak konstitusional sebagai pemilih, sekaligus dikenalkan pada berbagai ancaman terhadap demokrasi seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap pemilu.
Selain itu, pelajar juga didorong untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif dalam setiap proses demokrasi, termasuk berani menolak praktik politik uang serta tidak menyebarkan informasi bohong di lingkungan mereka.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini dan mendorong sekolah untuk proaktif berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkaya wawasan siswa terkait politik, pemilu, dan demokrasi di Indonesia.
Melalui program Bawaslu Goes to School, diharapkan pelajar SMA dan SMK di Bantul dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas saat menghadapi pemilu maupun pilkada mendatang, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY menyerahkan SK PAC 2026-2031 dan memperkuat konsolidasi partai untuk penguatan organisasi serta persiapan pemilu.
Kokola menghadirkan produk eksklusif baru di Jakarta Fair 2026 dengan promo hemat, permainan berhadiah, dan grand prize bersama Mamah Dedeh.
Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura 2026 kembali digelar di Keraton Jogja. Simak jadwal, titik keberangkatan, aturan peserta, dan rangkaian acaranya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 15 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Piala Dunia 2026 memicu polemik setelah 13 federasi sepak bola dunia mengecam komentar Presiden UEFA Aleksander Ceferin soal format baru turnamen.
Penguatan IHSG dan rupiah dinilai Danantara mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja BUMN.