PPDB Jogja 2026, DPRD Minta Celah Titip KK Ditutup
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Angkutan mini bus KSPN Sinar-Jaya melayani Malioboro-Pantai Baron. - ist/dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) memberikan akses langsung ke destinasi wisata pantai selatan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Berikut jadwal layanan angkutan KSPN dari kawasan Malioboro menuju ke Obelix Sea View dan Pantai Drini Gunungkidul Rabu (29/4/2026).
Dua rute favorit yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah Gunungkidul yakni menuju Obelix Sea View dan Pantai Ndrini. Kedua lokasi ini dikenal luas sebagai magnet wisata dengan panorama laut dan perbukitan yang memikat.
Rute Malioboro–Obelix Sea View, tarif yang dikenakan sebesar Rp12.000. Perjalanan dimulai dari Malioboro (BI), melintasi Simpang Bakulan hingga kawasan Parangtritis sebelum tiba di tujuan.
Adapun rute Malioboro–Pantai Ndrini dibanderol Rp26.000 dengan jalur melewati Gembira Loka Zoo, Siyonoharjo, Pantai Baron, hingga berakhir di Pantai Ndrini.
Layanan ini menjadi alternatif transportasi yang aman dan efisien, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan selatan tanpa harus menghadapi jalur perbukitan yang menantang.
Berikut jadwal keberangkatan angkutan KSPN dari Malioboro, Rabu (29/4/2026):
Malioboro – Obelix Sea View
07.30 – 08.30 – 09.30 – 11.00 – 13.00 – 14.30 WIB
09.00 – 10.30 – 12.00 – 14.00 – 15.30 – 17.00 WIB
Malioboro – Pantai Ndrini
07.30 – 08.30 – 10.00 WIB
12.00 – 14.30 – 16.00 WIB
Jadwal yang tersedia sejak pagi hingga sore, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di wilayah selatan DIY sekaligus mendorong lonjakan kunjungan wisata.
Aksesibilitas menuju destinasi wisata melalui angkutan umum bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan tulang punggung dari pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Ketika sebuah objek wisata dapat dijangkau dengan bus, kereta, atau moda transportasi publik lainnya, hambatan logistik bagi wisatawan akan berkurang drastis.
Hal ini memungkinkan semua lapisan masyarakat—termasuk mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi—untuk menikmati kekayaan alam dan budaya tanpa terbebani biaya sewa mobil yang mahal atau kelelahan akibat menyetir jarak jauh.
Dari sisi lingkungan dan manajemen kawasan, penggunaan angkutan umum secara masif adalah solusi paling efektif untuk mengatasi kemacetan kronis yang sering terjadi di jalur wisata saat akhir pekan. Dengan berkurangnya volume kendaraan pribadi, polusi udara di area konservasi dapat ditekan, dan masalah keterbatasan lahan parkir pun teratasi.
"Transportasi publik yang terintegrasi ke titik wisata bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya menjaga keasrian destinasi agar tetap layak dinikmati oleh generasi mendatang," dan langkah ini menciptakan pengalaman wisata yang lebih santai, di mana pelancong bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan tanpa stres menghadapi kepadatan lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Harga sembako di Batang masih stabil pascakenaikan BBM nonsubsidi. Stok pangan aman, sementara harga sejumlah komoditas cabai justru turun.
Polda Jawa Tengah menetapkan pemilik tambak udang di Batang sebagai tersangka kasus alih fungsi lahan sawah 7 hektare menjadi tambak.
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
KAI Daop 6 Jogja menambah tiga perjalanan kereta api selama long weekend Tahun Baru Islam 1448 Hijriah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.