Tekan Sampah Visual, Wali Kota Jogja Pilih Komunikasi dengan Pelaku Vandalisme
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
Ilustrasi penembakan/Ist-Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Tiga aparatur sipil negara (ASN) Jayawijaya meninggal dunia setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang meminta TNI-Polri dan pemerintah segera mengambil langkah taktis untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat di Papua.
Haedar menilai pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan belum sepenuhnya mampu mencegah jatuhnya korban akibat kekerasan bersenjata. Menurut dia, persoalan keamanan di Papua merupakan masalah klasik yang sudah berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah dan aparat, kata Haedar, selama ini kerap menempatkan kelompok bersenjata di Papua sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Orang meninggal dunia ditembak di Papua itu kan problemnya problem klasik," katanya di Kanotr PP Muhammadiyah Jogja pada Sabtu, (12/9/2026).
Haedar Minta Langkah Taktis Lindungi Warga
Menurut Haedar, pemerintah bersama TNI-Polri perlu mengambil langkah yang lebih efektif untuk memastikan keselamatan warga negara, masyarakat setempat, maupun pihak lain yang berada di Papua.
Dia berharap penanganan persoalan keamanan tidak justru menciptakan situasi yang membuat masyarakat semakin merasa terancam. Perlindungan terhadap warga, menurut dia, harus menjadi bagian utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan untuk menangani persoalan Papua.
"Saya pikir ke depan saya yakin TNI-Polri dan aparat pemerintah perlu punya langkah-langkah taktis yang bisa lebih melindungi warga negara kita atau masyarakat setempat maupun siapapun yang berada di Papua," ujarnya.
Haedar juga mengingatkan pemerintah agar persoalan Papua tidak dilihat semata-mata dari perspektif keamanan. Menurut dia, kondisi Papua memiliki persoalan yang kompleks sehingga penyelesaiannya membutuhkan proses yang menyeluruh, sabar, dan konsisten.
"Persoalan Papua kan persoalan yang kompleks yang kita sendiri harus sabar tapi sungguh-sungguh menyelesaikannya," kata dia.
Muhammadiyah Prihatin Kekerasan di Papua
Haedar menilai penyelesaian persoalan Papua membutuhkan kesungguhan pemerintah. Upaya tersebut mencakup menjaga keamanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan agar kekerasan tidak kembali terjadi dan warga tidak terus menjadi korban.
Muhammadiyah, lanjut Haedar, turut menyampaikan keprihatinan atas berbagai kejadian kekerasan yang terjadi di Papua. Dia berharap aparat dan pemerintah segera melakukan evaluasi serta mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kita juga prihatin dengan kejadian-kejadian itu dan kita berharap semoga juga ada langkah-langkah taktis yang bisa segera diambil supaya tidak terjadi lagi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
India dan China sepakat mengupayakan penyelesaian sengketa perbatasan serta menjaga perdamaian dan ketenangan di kawasan Himalaya.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Fornazari mencetak gol perdana untuk PSS Sleman, tetapi rela menukar gol tersebut dengan kemenangan Super Elja.