Wow, Tim UGM Hadapi Puluhan Robot Sedunia

Tim robot UGM. - IST/UGM.ac.id
09 April 2018 14:10 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN -- Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) atau Tim Robot Universitas Gadjah Mada mengikuti kompetisi robot memadamkan api dalam rangka  The 25th year of the Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contes, di Oosting Gymnasium di Trinity College Ferris Athletic Center, Hartforf Connecticut, Amerika Serikat, Sabtu (7/4) hingga Minggu (8/4/2018).

Tim GMRT UGM ini terdiri dari Dani Setyawan dan Adien Gumilang dari Fakultas Teknik, Habib Astari Adi dari Fakultas MIPA dan Atin Yudi Wibowo  Sekolah Vokasi UGM.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto menjelaskan dalam kompetisi itu GMRT UGM menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan bersaing dengan lebih dari 60 tim robot terbaik dunia.
"Para mahasiswa yang terlibat berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, Etiopia, Israel, Portugal, Persatuan Emirat Arab dan lain-lain, lebih dari 60 tim," katanya, Minggu (8/4/2018).

GMRT, kata Wikan, merupakan tim yang berhasil menjadi juara umum pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2017. Mereka mendapatkan tiket menjadi perwakilan Indonesia yang berlaga pada kompetisi tersebut. Dalam kompetisi level sejagad itu,  anak didiknya menampilkan dua unit robot, satu robot akan bertanding di tiga level, yakni level terendah, level sedang, dan level tertinggi. Satu unit robot lainnya akan bertanding di dua level, yaitu level I dan level II.

Robot yang digunakan dalam kompetisi itu sepenuhnya baru dirakit beberapa waktu lalu. UGM tidak menggunakan robot yang sebelumnya dipakai di level kompetisi KRI karena berbeda kemampuan.

"GMRT tidak menggunakan robot yang kemarin dipakai di KRI. Karena robot nasional tidak memiliki kemampuan bertanding di tingkat internasional sehingga murni dibuat ulang," ujar pria yang menjadi pendamping tim ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono mengapresiasi keterlibatan UGM dalam kontes robot bergengsi itu. Ia sepakat mahasiswa harus terus didorong untuk dapat menghasilkan prestasi. "Karena mahasiswa adalah aset bangsa yang memang harus didorong agar berprestas," kata dia.