Advertisement

Ratusan Pelajar Bersaing di Kompetisi Robotik Nasional GDA Academy

Newswire
Minggu, 08 Februari 2026 - 05:07 WIB
Sunartono
Ratusan Pelajar Bersaing di Kompetisi Robotik Nasional GDA Academy Pelajar menuntaskan tantangan dalam kompetisi robotik Global Darussalam Academy untuk menjaring talenta teknologi muda dari berbagai daerah. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Kompetisi robotik nasional tingkat pelajar SD-SMP digelar di Global Darussalam Academy (GDA) Pakem, Sleman, Sabtu (7/2/2026). Ajang untuk menjaring bibit-bibit unggul di bidang teknologi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah untuk memperebutkan Piala Gubernur DIY serta Juara Favorit Piala Bupati Sleman.

Ketua Panitia Kompetisi Robotik, Iiswiyanto, menjelaskan bahwa kolaborasi antara GDA dan GSE ini merupakan kali pertama dilakukan dengan tujuan memotivasi anak-anak agar siap menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang teknologi dan robotika.

Advertisement

"Sasaran kami adalah siswa SD hingga SMP se-Jogja dan regional Jawa Tengah. Kami ingin anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui kreasi robotik," ujarnya.

Hingga hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 114 peserta turut ambil bagian. Menariknya, peserta tidak hanya datang dari wilayah DIY dan Jawa Tengah saja, tetapi juga merambah hingga Jakarta dan Lampung.

Kompetisi ini menghadirkan berbagai kategori lomba, mulai dari Coding Scratch SD, Coding Scratch SMP, Robotic Inovation, Robotic Speed Building, serta Robotic Sumo. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam merancang, memprogram, dan mengoperasikan robot sesuai dengan tantangan yang diberikan oleh panitia.

Selain perlombaan, kegiatan itu juga diisi dengan sesi pameran robot, dan akustik dari siswa-siswi SMA Global Darussalam Academy. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang inspiratif bagi seluruh peserta.

Iiswiyanto menambahkan, materi yang dilombakan tidak hanya fokus pada inovasi fisik robot, tetapi juga mencakup logika pemrograman. Anak-anak diajak membuat scratch yang kemudian diaplikasikan ke dalam kerangka desain sesuai ketentuan panitia.

Menurut Iswiyanto, GDA memiliki perhatian besar terhadap pengembangan potensi pelajar agar mereka tidak hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga menguasai ilmu teknologi secara praktis.

"Kami berharap di tahun-tahun berikutnya jaringan kompetisi ini bisa lebih luas lagi. Tujuannya agar visi misi kami dalam mendorong anak-anak menguasai teknologi bisa selaras dengan kebutuhan masa depan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sengketa Hotel Sultan, Indobuildco Tolak Pengosongan

Sengketa Hotel Sultan, Indobuildco Tolak Pengosongan

News
| Minggu, 08 Februari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement