Advertisement
Kekurangan Komputer, 56 SMP di Gunungkidul Numpang UNBK
Ilustrasi UNBK. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak 56 sekolah tingkat SMP/MTS di Gunungkidul kekurangan komputer untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sendiri. Akibatnya 1.591 siswa terpaksa menumpang ke sekolah lain.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Kisworo menyebutkan, dari 141 SMP/MTS, 85 di antaranya mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Sisanya yakni 56 sekolah terpaksa bergabung dengan sekolah lain.
Advertisement
“56 SMP/MTS itu tidak bisa mengikuti ujian karena memang fasilitas komputernya kurang, jadi nebeng dulu ke sekolah lain,” ujar Kisworo kepada Harianjogja.com, Jumat (20/4/2018).
Kisworo mengungkapkan, untuk menunjang UNBK, Disdikpora Gunungkidul telah memberikan bantuan seperangkat komputer di semua sekolah negeri dan swasta. Kendati demikian usaha tersebut belum mampu menolong beberapa sekolah hingga harus nebeng ke sekolah lain.
BACA JUGA
"Sebenarnya kami telah memberikan bantuan berupa komputer di sekolah negeri 455 unit dan sekolah swasta sebanyak 155 unit. Dan itu dibagikan sesuai dengan sekolah masing-masing. Bantuan ini menggunakan APBD Gunungkidul," jelasnya.
Sementara itu Kepala SMP N 2 Wonosari Purwanto mengatakan pihaknya sudah siap hadapi UNBK. Berkaca dari tahun sebelumnya persiapan yang dilakukan sekolahnya kini lebih dimatangkan. “Saya yakin para siswa sangat siap karena kami telah mengikuti persiapan materi ujian dengan hasil yang bagus selain itu dari ujian tahun lalu kami dapat peringkat yang bagus baik itu di tingkat kabupaten maupun provinsi,” katanya.
Terkait fasilitas penunjang UNBK, Purwanto mengatakan telah menyediakan 84 komputer yang di antaranya tiga server dan satu cadangan. Selain itu pihaknya juga telah melengkapi komputer tersebut dengan uninterruptible power supply (UPS) yang merupakan perangkat untuk memberikan suplai daya sehingga menghindarkan gangguan dari mati listrik.
“Seusai dengan sosialisasi dari pemprov, kami sudah sediakan UPS di server, sehingga meski nanti mati listrik data masih tersimpan. Soalnya kami enggak menggunakan genset pengalaman yang kemarin tidak jadi maslah,”ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement





