Advertisement
Minta Kadus Mundur, Warga Depok Tolak Coklit dan Ancam Golput
Tulisan penolakan kedatangan Panitia Daftar Pemilih (Pantarlih) terpasang di pintu rumah Mantan Ketua RW 29 sekaligus Ketua Forum Peduli Depok, Andi Triyamto, di Dusun Depok, Ambarketawang, Gamping, Jumat (27/4/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Dusun Depok, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping tidak ingin ikut pencocokan dan penelitian (coklit) data Pemilu 2019 sebelum permintaannya agar Kepala Dusun (Kadus) Depok mundur terpenuhi.
Warga pun terancam tidak dapat memilih alias jadi golongan putih (golput) dalam Pemilu mendatang.
Advertisement
Mantan Ketua RW 29 sekaligus Ketua Forum Peduli Depok, Andi Triyamto mengatakan hampir 90% warga menolak kedatangan Panitia Daftar Pemilih (Pantarlih) untuk melakukan Coklit. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes warga atas kepemimpinan Kadus Depok Haris Zulkarnaen.
Penolakan ini dilakukan dengan mempel tulisan tidak menerima Pantarlih sebelum Kadus diganti di setiap pintu rumah.
"Kami tidak menolak ikut Pemilu, tapi minta Kadus diganti dulu baru mau ikut Pemilu," kata Andi, Jumat (27/4/2018).
BACA JUGA
Dia mengatakan, dari sekitar 750 jumlah pemilih yang ada di Dusun Depok, sebanyak 400 hingga 500 kepala keluarga menyatakan penolakan kedatangan Pantarlih. Selain memang Pantarlih salah satunya adalah Kadus, alasan warga menolak Coklit adalah karena Kadus tak segera mundur.
Padahal warga sudah melakukan demo berkali-kali untuk meminta Kadus mundur karena dinilai kinerjanya buruk. "Sampai saat ini sembilan bulan [Kadus] memimpin, Kadus tidak bisa bekerja sesuai harapan warga. Tidak ada sosialisasi pertemuan dan pembentukan RT/RW tidak dilaksanakan,” katanya.
Dengan adanya penolakan ini, Pantarlih pun tidak dapat melakukan pendataan hak pemilih lantaran ada beberapa prosedur yang belum dilakukan sebelum coklit seperti sosialisasi dan pertemuan RT dan RW belum terlaksana. Hal ini terjadi karena sebelum Kadus dilantik, RT dan RW sudah vakum karena mengundurkan diri.
Sementara itu, Haris Zulkarnaen mengatakan bahwa tulisan penolakan kehadiran Pantarlih tersebut hanya dilakukan oleh oknum masyarakat bukan pemilik rumah. "Sebenarnya itu yang menempel bukan pemilik rumah, itu ada oknum," kata dia.
Haris pun menegaskan bahwa Pantarlih bukan ketugasan utama Kadus. Selain itu dia juga menegaskan bahwa ia tetap akan menjalankan amanah sebagai Kadus dan menolak mundur. Jika warga tidak puas dengan kepemimpinannya, dia meminta agar menempuh jalur yang sesuai prosedur semisal lapor ke Inspektorat, bukan dengan berdemo.
"[Meminta] Kadus mundur beda dengan Pantarlih. Kalau meminta saya mundur, masih seperti kemarin saya sudah disumpah dan dilantik saya masih bertahan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KM Maligano Star Tenggelam di Perairan Muna, 28 Penumpang Selamat
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Trans Jogja, Minggu 1 Februari 2026
- Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Minggu 1 Februari 2026
- Jadwal Bus Sinar Jaya, Jogja-Parangtritis dan Baron, Minggu 1 Februari
- Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Tradisi Jawa, Imlek, hingga Lari
- Waspada! Hujan Ringan Diprediksi Guyur Seluruh Jogja Hari Ini
Advertisement
Advertisement




