Menteri Pariwisata Apresiasi Desa Sejahtera Astra Kemiren Banyuwangi
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
Ilustrasi penemuan bayi./Okezone
Harianjogja.com, BANTUL- Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan di dalam tumpukan sampah di Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Jumat (4/5/2018) pagi.
Ketua Komunitas Pemulung TPST Piyungan, Maryono mengatakan mayat bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya itu ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh dua orang pemulung yang sedang memilah-milah sampah.
Keduanya adalah Juwanto dan Sartono. Kedua pemulung itu kaget saat membuka plastik warna hitam isinya mayat bayi yang dibungkus dalam kaos hitam. Para pemulung dan petugas pengangkut sampah di lokasi tersebut langsung membawa jenazah bayi ke kantor UPT TPST Piyungan.
"Sekarang masih dalam proses pemerikaan tim medis dari Puskesmas dan Polsek Piyungan," kata Maryono.
Dari keterangan tim medis, kata Maryono, mayat bayi yang diperkirakan baru lahir kurang dari sehari itu usia kelahirannya cukup dengan berat badan 3,5 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Mayat bayi itu sempat terdorong oleh buldozer bersama tumpukan sampah sejauh sekitar 100 meter dari tumpukan sampah pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
Mataram Legacy Run digelar 22 November 2026 di Kotagede, mengajak pelari menyusuri kawasan bersejarah sambil menikmati kuliner dan kerajinan lokal.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.
Persela Lamongan ditahan De Red FC 2-2 di Stadion Surajaya. Gol menit akhir membuat tim Bima Sakti gagal mengamankan kemenangan.
Jadwal PSS Sleman vs Borneo FC dimajukan ke 27 Oktober 2026. Pieter Huistra siapkan rotasi dan menunggu perkembangan Frederic Injai.