Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Gelar Doa Lintas Iman untuk Korban Terorisme

Doa Lintas Iman bertajuk BERSATUMELAWANTERORISME di Hall Depan Auditorium Driyarkara Kampus 2 USD Mrican Jalan Affandi, Selasa (15/5/2018). - Harian Jogja/ Salsabila Annisa Azmi
15 Mei 2018 23:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN - Segenap mahasiswa Universitas Sanata Dharma menggelar Doa Lintas Iman bertajuk #BERSATUMELAWANTERORISME untuk menyatakan sikap atas aksi terorisme yang terjadi di Surabaya.

Aksi tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan bertujuan untuk menguatkan keluarga korban aksi terorisme dan mendesak pemerintah agar segera mengusut pelaku dibalik kasus tersebut.

Menteri Sosial Politik dan Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma (USD), Paskalis Resa Kurniawan mengatakan para mahasiswa berharap pemerintah segera mengesahkan UU Anti Terorisme agar kejadian serupa tidak terulang ke depannya.

"Harapannya dari UU tersebut agar terorisme dapat diberantas agar tidak terjadi keresahan di masyarakat. Penangkalan berita hoaks yang jadi pangkal radikalisme juga agar bisa diatasi," kata Resa disela-sela acara Doa Lintas Iman bertajuk #BERSATUMELAWANTERORISME di Hall Depan Auditorium Driyarkara Kampus 2 USD Mrican Jalan Affandi, Selasa (15/5/2018).

Resa mengatakan acara internal yang sederhana itu diisi dengan musikalisasi puisi yang menyatakan sikap dan suara hati mahasiswa dari lubuk hati yang paling dalam untuk mendukung dan menguatkan keluarga korban terorisme. BEM USD turut mengundang UKM Paduan Suara Mahasiswa dan bekerja sama dengan komunitas Campus Ministry yang merangkul semua kegiatan agama di USD.

Puncak acara adalah menyampaikan pernyataan sikap yang disusun murni oleh mahasiswa. Inti dari pernyataan sikap adalah menentang keras terorisme dan mendesak pemerintah segera mengusut pelakunya.

Lebih jauh, Resa mengatakan para mahasiswa sangat setuju bahwa teroris tidak hanya bekerja di dunia nyata tapi juga bekerja di dunia maya.

"Mereka menyerang mental kita lewat dunia maya. Kalau kita juga ikut menyebarkan foto korban terorisme berarti kita mengumumkan hasil pekerjaan mereka," kata Resa. Resa menambahkan, ke depannya akan direncanakan aksi lanjutan di luar kampus.

Wakil Rektor III Universitas Sanata Dharma Paulus Bambang Irawan mengatakan aksi tersebut murni inisiatif dari para mahasiswa. Sejak Minggu lalu, para mahasiswa terlibat dalam aksi doa bersama di Tugu Yogyakarta dan mereka merasa perlu mengadakan aksi sebagai mahasiswa USD. "Harapan kami, kami ingin bersama-sama dengan korban dan keluarga. Kami ingin mendukung dan menguatkan mereka," kata Bambang.

Bambang mengatakan pihak kampus memberi kebebasan pada mahasiswa untuk menyusun pernyataan sikap mereka sendiri. Pihak kampus ingin para mahasiswa mandiri dalam berekspresi dan menyatakan pendapat serta sikap mereka atas aksi terorisme yang marak terjadi belakangan ini. Memang mudah bagi para dosen membuat pernyataan sikap dan aksi, namun kali ini para dosen ingin mahasiswa yang tampil menyuarakan seluruh kata hati mereka.

Bambang menambahkan untuk memupuk iklim toleransi beragama di USD, pihak kampus juga terus melakukan berbagai upaya mengedukasi mahasiswa sejak mahasiswa masuk ke dalam gerbang kampus.

Beberapa di antaranya adalah program inisiasi (ospek) yang menjunjung tinggi keberagaman, penyediaan dan perawatan ruang ibadah bagi seluruh agama di USD dan memfasilitasi setiap perayaan hari besar seluruh agama yang ada di USD.

"Kami ada forum komunikasi seluruh agama juga. Kemudian kalau ada hari raya kami fasilitasi, seluruh agama. Contohnya buka bersama saat ramadhan dan mengundang ustadz ke kampus untuk memberi ceramah kepada mahasiswa muslim," kata Bambang.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia