Menjelang Lebaran 2018, Perbaikan Jalan Bakal Jadi Prioritas

(Ilustrasi jalan rusak-JIBI/Solopos - M. Ferri Setiawan)
20 Mei 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama Idulfitri 2018, Pemkab Kulonprogo memprioritaskan pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan utama. Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Pembangunan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Yuniar Wibowo, mengungkapkan, penetapan prioritas tersebut disebabkan karena keterbatasan anggaran. "Kami menunda perbaikan kerusakan untuk sebagian ruas jalan kabupaten," kata dia, Minggu (20/5/2018).

Panjang total kerusakan jalan kabupaten mencapai lebih kurang 100 kilometer (km), dengan perkiraan biaya pemeliharaan sekitar Rp50 juta per satu kilometer. Padahal DPUPKP hanya mendapatkan alokasi biaya pemeliharaan dan perbaikan jalan sebesar Rp1,5 miliar, sehingga jawatan ini hanya mampu memperbaiki sekitar 30 km jalan yang rusak.

Yuniar menyebut, salah satu jalan yang diprioritaskan perbaikannya adalah jalan yang melintas dari Gedung Kesenian, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ke arah barat [arah menuju Pasar Cikli]. Kini, jalan itu sudah bisa dilewati kendaraan meskipun masih ada titik yang bergelombang.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Nurcahyo Wibowo, menjelaskan pemeliharaan dan perbaikan jalan kabupaten disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Biaya pemeliharaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 tidak sebanding dengan panjang kerusakan jalan kabupaten.

Prioritas pemeliharaan dan perbaikan dilakukan untuk jalan utama kabupaten, yang diperkirakan mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas saat Idulfitri. Program pemeliharaan dan perbaikan tersebut sudah dimulai sejak April 2018.

Jalan-jalan yang masuk prioritas perbaikan antara lain Kenteng menuju Cangaan, Kepel menuju Janti via Kalimanggis, dan Mlangsen ke Pripih. Disinggung perihal perbaikan jalan Pasar Sentolo menuju Jembatan Layang Ngelo, Nurcahyo mengatakan perbaikan baru akan dilakukan menggunakan sisa biaya lelang pekerjaan pembangunan drainase. “Penambalan jalan tidak sempurna karena biaya pemeliharaan tidak cukup, tetapi sudah lebih baik. Sudah bisa dilewati kendaraan," katanya.

Adplus Tokopedia