ERUPSI MERAPI: Sejumlah Warga Sleman Masih Bertahan di 2 Titik Pengungsian

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Sabtu, 02 Juni 2018 18:17 WIB
ERUPSI MERAPI: Sejumlah Warga Sleman Masih Bertahan di 2 Titik Pengungsian

Warga sekitar Merapi yang langsung mengungsi usai erupsi, Jumat (1/6/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN--Letusan Gunung Merapi yang terjadi beruntun pada Jumat (1/6/2018) pukul 20.24 WIB dan 21.00 WIB membuat sebagian warga mengungsi. Kendati sebagian sudah ada yang kembali ke rumah, tapi ada pula yang masih bertahan di pengungsian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan setelah terjadi letusan Jumat malam total ada 126 orang yang mengungsi dari dua Desa yakni Desa Purwobinangun, Pakem dan Desa Glagaharjo, Cangkringan.

Di Purwobinangun dari Dusun Turgo, ada 26  26 jiwa yang menempati SD Sanjaya Tritis. Dari Dusun Ngandong ada dua jiwa yang mengungsi ke rumah warga lainnya.

Sementara itu pengungsi paling banyak berasal di Balai Desa Glagaharjo, mereka berasal dari Dusun Kalitengah Lor, 70 jiwa; Dusun Kalitengah Kidul, 26 jiwa; dan Dusun Srunen, 2 jiwa.

"Sampai Sabtu [2/6/2018] pukul 08.00 WIB mayoritas pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing. Hanya di Balai Desa Glagaharjo masih ada 13 jiwa yang terdiri dari 12 lansia dan balita masih berada di pengungsian. Dan sampai sore ini [pukul 16.30 WIB] tinggal ada delapan orang yang masih bertahan. Alhamdulillah kondisinya sehat" kata dia, Sabtu.

Sejatinya saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih pada level II yakni Waspada. Di rekomendasikan radius tiga kilometer dari puncak dikosongkan dari aktivitas penduduk seperti mencari rumput dan aktivitas pendakian.

Sedangkan di luar radius tiga kilometer warga diimbau tetap waspada, tetapi belum direkomendasikan untuk mengungsi. Meski begitu sebagaian warga meninggalkan rumah untuk mengungsi secara mandiri bergerak menuju pengungsian lantaran panik saat terjadi lentusan.

Dengan adanya sejumlah pengungsi, pihak pun menyiapkan fasilitas untuk mereka, sebanyak 130 kasur dan juga selimut telah disiapkan. "Logistik sejauh ini masih sangat cukup. Konsumsi, kasur dan slimut semuanya sudah komplit," kata Makwan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online