Ini Makna Pohon Asam dan Gayam yang di Tanam di Jl. Margo Utomo

Pelancong menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Yogyakarta yang lengang seperti terlihat pada Senin (29/05/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Juli 2018 15:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Pembuatan lubang sebagai tempat penanaman pohon gayam dan asam, di Jalan Margo Utomo sudah mencapai tahap akhir. Diperkirakan, semua lubang sudah rampung dikerjakan pada pekan depan, sedangkan pohon-pohon itu rencananya ditanam mulai Agustus mendatang.

Manajer PT. F. Syukri Balak selaku kontraktor penataan sisi barat Malioboro yang juga mengerjakan penataan pohon di Jl. Margo Utomo, Eri Purnomo mengatakan dari total sekitar 108 lubang yang harus dikerjakan, jumlah lubang yang sudah selesai sebanyak 105 buah. Dia mengatakan pengerjaan mulai dilakukan pada Mei 2018. “Pohon gayam akan ditanam setiap 100 meter. Di sela-sela itu akan ditanam pohon asam per sembilan meter,” kata dia, Minggu (15/7/2018).

Dia mengatakan pohon gayam melambangkan ayom (teduh) atau ayem (tenteram). Sementara pohon asam memiliki makna sengsem (menyenangkan hati, senyum yang indah). Selain pohon gayam dan asam, juga akan ditanam perdu di sepanjang jalan tersebut.

Eri menambahkan penataan di Jl. Margo Utomo yang dulunya bernama Jl. Mangkubumi, baru sebatas pergantian vegetasi saja. Menurut dia pergantian tersebut belum diikuti dengan pengerjaan jalur pedestrian seperti halnya di Malioboro.

Penanaman pohon gayam dan asam di Jl. Margo Utomo, kata Eri, merupakan bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi. Sumbu ini membentang dari Tugu Golong-Gilig (Tugu Pal Putih), Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Panggung Krapyak. Sumbu Filosofi menggambarkan tentang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga menemui ajal (sangkaning paraning dumadi).

Ad Tokopedia