514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Festival Sendratari 2025 mengangkat tema “Api di Bukit Menoreh”.ist/disbuddiy
Harianjogja.com, BANTUL—Festival Sendratari kembali menegaskan eksistensinya sebagai panggung seni budaya bergengsi di Indonesia. Memasuki usia ke-55 tahun, Festival Sendratari 2025 mengangkat tema “Api di Bukit Menoreh”, terinspirasi dari karya besar S.H. Mintardja, yang sarat nilai kejuangan, keberanian, dan kebersamaan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut konsistensi Festival Sendratari selama puluhan tahun memberi dampak nyata terhadap lahirnya sumber daya manusia seni yang berkualitas.
Festival ini tidak hanya melahirkan penari-penari berdedikasi, tetapi juga menjadi ruang internalisasi nilai budaya lintas generasi. Bahkan, sebagian dewan juri merupakan alumni Festival Sendratari, bukti keberlanjutan regenerasi seniman tari di DIY.
“Festival Sendratari cukup banyak menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menginternalisasi nilai melalui seni pertunjukan, khususnya tari,” ujar Dian melalui siaran persnya, Selasa (16/12/2025).
Seni sebagai Api yang Tak Padam
Melalui tema Api di Bukit Menoreh, peserta didorong tidak sekadar menampilkan keindahan gerak. Mereka diajak menyelami literasi, menggali makna karya sastra, lalu mentransformasikannya menjadi pertunjukan yang relevan dengan zaman.
Nilai perjuangan, kepahlawanan, hingga semangat pantang menyerah tersampaikan melalui koreografi, musik, dan tata panggung yang memukau—meneguhkan seni dan budaya sebagai api yang terus menyala.
Bantul Tampil Paling Mengesankan
Festival yang digelar selama dua hari, 19–20 September 2025, menghadirkan kontingen dari kabupaten/kota se-DIY dengan suguhan beragam.
Kabupaten Bantul sukses mencuri perhatian lewat pementasan “Singlon”, karya simbolik tentang perjalanan manusia yang dijalani dalam kesenyapan, namun sarat makna. Penampilan ini mengantarkan Bantul meraih Penyaji Terbaik I.
Sementara itu, Kota Yogyakarta melalui “Guruh” meraih Penyaji Terbaik II, dan Gunungkidul dengan “Suluh” menyabet Penyaji Terbaik III. Sleman dan Kulon Progo juga menuai apresiasi berkat keberanian artistik dan kedalaman narasi.
Festival Sendratari 2025 pun kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang belajar, apresiasi, dan pelestarian budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.