SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Festival Sendratari 2025 mengangkat tema “Api di Bukit Menoreh”.ist/disbuddiy
Harianjogja.com, BANTUL—Festival Sendratari kembali menegaskan eksistensinya sebagai panggung seni budaya bergengsi di Indonesia. Memasuki usia ke-55 tahun, Festival Sendratari 2025 mengangkat tema “Api di Bukit Menoreh”, terinspirasi dari karya besar S.H. Mintardja, yang sarat nilai kejuangan, keberanian, dan kebersamaan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut konsistensi Festival Sendratari selama puluhan tahun memberi dampak nyata terhadap lahirnya sumber daya manusia seni yang berkualitas.
Festival ini tidak hanya melahirkan penari-penari berdedikasi, tetapi juga menjadi ruang internalisasi nilai budaya lintas generasi. Bahkan, sebagian dewan juri merupakan alumni Festival Sendratari, bukti keberlanjutan regenerasi seniman tari di DIY.
“Festival Sendratari cukup banyak menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menginternalisasi nilai melalui seni pertunjukan, khususnya tari,” ujar Dian melalui siaran persnya, Selasa (16/12/2025).
Seni sebagai Api yang Tak Padam
Melalui tema Api di Bukit Menoreh, peserta didorong tidak sekadar menampilkan keindahan gerak. Mereka diajak menyelami literasi, menggali makna karya sastra, lalu mentransformasikannya menjadi pertunjukan yang relevan dengan zaman.
Nilai perjuangan, kepahlawanan, hingga semangat pantang menyerah tersampaikan melalui koreografi, musik, dan tata panggung yang memukau—meneguhkan seni dan budaya sebagai api yang terus menyala.
Bantul Tampil Paling Mengesankan
Festival yang digelar selama dua hari, 19–20 September 2025, menghadirkan kontingen dari kabupaten/kota se-DIY dengan suguhan beragam.
Kabupaten Bantul sukses mencuri perhatian lewat pementasan “Singlon”, karya simbolik tentang perjalanan manusia yang dijalani dalam kesenyapan, namun sarat makna. Penampilan ini mengantarkan Bantul meraih Penyaji Terbaik I.
Sementara itu, Kota Yogyakarta melalui “Guruh” meraih Penyaji Terbaik II, dan Gunungkidul dengan “Suluh” menyabet Penyaji Terbaik III. Sleman dan Kulon Progo juga menuai apresiasi berkat keberanian artistik dan kedalaman narasi.
Festival Sendratari 2025 pun kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang belajar, apresiasi, dan pelestarian budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.