JBBA 2026, Pengembangan Riset UAD Berbuah Penghargaan
Komitmen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam mengembangkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat mendapat pengakuan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi (kanan), saat menghadiri Pameran Keris di Grha Keris Yogyakarta, di Panembahan, Kraton, Kota Jogja, Jumat (17/4/2026). - Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran keris di Jogja menghadirkan perspektif baru dengan menampilkan koleksi milik perempuan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Pendekatan ini menegaskan bahwa keris tidak lagi identik dengan laki-laki atau kalangan tertentu saja.
Agenda bertajuk Merintis Pewaris ini digelar di Grha Keris di Panembahan, Kraton, Kota Jogja pada Jumat (17/4/2026) hingga Senin (20/4/2026). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Keris Nasional serta rangkaian menuju Jogja International Heritage Festival 2020.
Keris Didekatkan ke Generasi Baru
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi, menjelaskan tema Merintis Pewaris diangkat sebagai upaya menjawab tantangan zaman, di mana keris dinilai belum sepenuhnya dekat dengan generasi muda.
“Merintis Pewaris kita maknai sebagai harapan lahirnya pewaris-pewaris baru yang memahami keris dari berbagai aspek nilai pentingnya. Tentu saja belajar tentang keris tidak semata hanya sebagai senjata, tetapi nilai-nilai tertib yang berada di balik keris, filosofi, historis yang di dalamnya menjadi bagian yang penting,” ujarnya.
Menurutnya, pameran ini tidak hanya menampilkan koleksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran tentang nilai, etika, hingga tata penghormatan terhadap tradisi keris.
Edukasi hingga Kunjungan Kampung Keris
Selama empat hari, kegiatan diisi berbagai agenda edukatif seperti kelas kuratorial untuk pelajar, kunjungan edukatif, workshop, hingga lomba mewarnai bagi anak usia dini.
Peserta juga diajak mengunjungi sentra kerajinan keris di Dusun Banyusumurup di Imogiri, Bantul. Wilayah ini dikenal sebagai kampung keris karena banyaknya empu dan perajin yang mewariskan keahlian secara turun-temurun.
“Seluruh rangkaian tersebut diharapkan mampu memberikan persepsi baru tentang konsep pentingnya Merintis Pewaris keris di era sekarang. Kita berharap dengan agenda ini kita mampu terus berjalan dengan generasi mendatang, inovatif tanpa mengurangi transformasi keilmuan yang hendak diwariskan,” kata Dian.
Keris Perempuan Jadi Sorotan
Kurator pameran, Taufiq Hermawan, menyoroti pendekatan berbeda dalam pameran ini dengan menampilkan keris milik perempuan.
“Keris itu tidak sebatas milik kaum laki-laki saja, tetapi ternyata ketika kita membaca teks-teks lama, kita membaca kondisi sosial masyarakat, ternyata peran perempuan itu sangat besar di dalam keris,” ujarnya.
Sekitar 40 keris yang dipamerkan berasal dari koleksi perempuan dan diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
“Keris bukan hanya milik kolektor-kolektor besar yang memiliki uang saja, tetapi ternyata keris berkembang di setiap lini masyarakat tradisional. Sehingga kami mengajak para perempuan yang memiliki warisan keris di rumahnya untuk ikut dipamerkan,” katanya.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keris hidup di tengah masyarakat luas dan tidak eksklusif.
Melalui pameran ini, penyelenggara berharap keris dapat dipahami sebagai warisan budaya yang terus berkembang dan relevan, sekaligus mendorong keterlibatan lintas generasi dalam pelestariannya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komitmen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam mengembangkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat mendapat pengakuan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.