Rumah Warga Sapen Dilempari Batu, Anak Kecil Nyaris Terluka

Sulis, 50, warga Kampung Ngetak Sapen, Dusun Papringan, Caturtunggal, Depok menunjukkan kaca jendela rumahnya yang pecah akibat lemparan batu, Jumat (20/7/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
20 Juli 2018 17:50 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aksi pengrusakan oleh sekelompok orang yang diduga suporter klub sepakbola terjadi di Kampung Ngetak Sapen, Dusun Papringan, Caturtunggal, Depok. Mereka melakukan pelemparan batu hingga menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan, dan seorang bocah hampir terkena lemparan batu.

Salah seorang pemilik rumah yang mengalami kerusakan akibat lemparan batu, Sulis, 50, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/7/2018) petang sekitar pukul 18.15 WIB. Mulanya dia mendengar suara motor yang digeber-geber di ujung gang. Mengetahui hal itu, Sulis memilih berada di dalam rumah dan mematikan lampu.

Namun tak lama kemudian, sekelompok orang tersebut masuk ke dalam gang dan melempari rumah menggunakan batu. Ada beberapa batu yang dilempar ke arah rumahnya hingga menyebabkan kaca jendela rumahnya pecah. "Saya takut dan tidak berani keluar [rumah]," kata dia, Jumat (20/7/2018).

Kendati tidak keluar rumah ia sempat melihat sekilas dan memperkirakan sekelompok orang yang masuk gang sekitar 10 orang lebih merupakan satu kelompok suporter sepakbola tertentu. Diakuinya aksi sekelompok suporter tidak terjadi kali ini saja, beberapa tahun lalu, mobil milik anak kosnya juga dilempar menggunakan batu hingga pecah.

Sementara itu, warga lainnya Hartono, 58 mengatakan, saat kelompok tersebut masuk ke dalam kampung tak ada warga yang berada di luar karena menunaikan salat magrib. Namun saat sedang duduk di depan rumah, tiba-tiba ada anak kecil menangis masuk ke dalam rumahnya karena hampir terkena lemparan batu.

“Anak kecil itu masih kerabat saya. Saat saya keluar, sudah banyak orang melempari batu ke rumah warga. Saya balas melempar batu tapi mereka makin nekat. Kaki saya terkena lemparan batu juga,” jelasnya.

Melihat kejadian itu ia pun, dia berusaha memanggil warga lainnya. Akhirnya setelah sejumlah warga keluar dan meneriaki kelompok ini, mereka langsung kabur keluar dari permukiman warga.

Bagi Hartono, aksi kelompok tersebut sudah keterlaluan apalagi lemparan batu mereka hampir mengenai seorang anak kecil. Ia menduga sekelompok orang yang berbuat onar adalah dari kelompok suporter sepak bola."Tidak ada basis klub bola tertentu. Namun beberapa kali suporter klub bola membuat ricuh di kampung Ngentak Sapen," katanya.