Ribuan keluarga Penerima Manfaat di Bantul Belum Dapat Bantuan

Ilustrasi BPNT. - Bisnis Indonesia
03 Agustus 2018 15:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Nasib 30.884 keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Nontunai (BPNT ) hingga kini belum ada kejelasan. Pasalnya, untuk bisa mencairkan bantuan harus menunggu keputusan dari Kementerian Sosial.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul Sariyadi mengatakan sebanyak 30.884 KPM belum bisa mencairkan BPNT. Ini terjadi karena kelengkapan data penerima bantuan belum lengkap sehingga bantuan urung bisa dicairkan, meski proses pencairan sudah mulai dilaksanakan sejak April lalu.

Menurut dia, untuk membantu pencairan terhadap KPM yang masih bermasalah, Dinas Sosial P2A sudah memperbaiki data yang dibutuhkan. Pembaharuan data ini juga sudah dimasukkan dalam aplikasi Sistem Informasi Kemiskinan Next Generation milik Kemensos. “Proses perbaikan memang harus lewat aplikasi dan kami sudah menginput data terbaru,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/8/2018).

Meski demikian, lanjut Sariyadi, untuk pencairan belum mengetahui karena kebijakan berada di Kemensos, selaku pemilik program. “Tugas perbaharuan data sudah kami lakukan mulai dari nomor induk kependudukan, nama ibu kandung hingga alamat lengkap penerima bantuan. Jadi tinggal menunggu Kemensos agar bantuan bisa cair harus ada surat keputusan penetapan,” ucapnya.

Ia menembahkan setelah ada SK Kemensos akan ditindaklanjuti pembuatan rekening dan Kartu Keluarga Sejahtera oleh bank yang telah ditunjuk pemerintah. Selanjutnya dokumen tersebut diserahkan ke KPM untuk digunakan dalam proses pencairan.

“Hingga saat ini masih proses, tetapi yang jelas untuk kelengkapan data milik KPM yang kurang sudah kami perbaharui dan telah diserahkan ke Pusat,” kata dia.

Lebih jauh dikatakan Sariyadi, KPM yang belum mencairkan bantuan untuk tidak khawatir. Pasalnya bantuan akan tetap bisa dicairkan secara akumulatif sesuai dengan tahapan dalam pencairan. “Inysaallah tetap ada dan nominalnya akan terkumpul semua,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial P3A Bantul Eddy Susanto mengatakan program BPNT seyogyanya dimulai sejak Februari lalu. Namun dikarenakan beberapa persoalan, pelaksanaan baru bisa terealisasi sejak April.

Menurut dia, program BPNT merupakan pengganti program beras sejahtera dari pemerintah untuk keluarga kurang mampu yang diwujudkan dalam program nontunai. Setiap bulan setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp110.000 untuk dibelikan beras dan telur di agen-agen pangan yang telah ditunjuk.