Kerugian Kebakaran Gudang Pabrik Bambu di Pleret Rp1 Miliar Lebih
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Virus - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul belum menerbitkan surat edaran kewaspadaan virus Nipah karena masih menunggu perkembangan situasi nasional. Meski demikian, Dinkes Bantul menegaskan kesiapan untuk bergerak cepat jika ada peningkatan risiko dari pemerintah pusat terkait potensi penyebaran virus Nipah di Indonesia.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyampaikan keputusan belum dikeluarkannya surat edaran diambil setelah mempertimbangkan kondisi terkini serta menanti arahan resmi dari pemerintah pusat.
“Sementara ini memang belum mengeluarkan surat edaran. Kami masih menunggu perkembangan situasi di Indonesia seperti apa,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, apabila terdapat pembaruan informasi atau peningkatan risiko penularan virus Nipah, Dinkes Bantul akan segera menindaklanjuti dengan kebijakan daerah guna memperkuat langkah kewaspadaan.
“Kalau memang ada perkembangan, tentu dari Dinas Kesehatan juga akan mengeluarkan edaran,” katanya.
Agus memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Bantul. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama terhadap berbagai penyakit menular.
“Kuncinya tetap di PHBS, itu penting untuk semuanya,” ucapnya.
Terkait pola penularan dan perkembangan kasus virus Nipah di Indonesia, Agus menyebut pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan agar langkah antisipasi di daerah dapat disesuaikan dengan kondisi aktual.
Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Gejala awal virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan sakit tenggorokan.
Pada kondisi yang lebih berat, penderita virus Nipah dapat mengalami gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga radang otak atau ensefalitis yang berisiko fatal.
Dinkes Bantul mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, sekaligus tetap konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk pencegahan dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.