BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Anak-anak bermain di Taman Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kamis (2/8/2018). Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Taman Denggung yang menjadi taman layak anak dinilai tidak memenuhi standar taman layak anak. Pemkab berencana membangun taman layak anak di tempat lainnya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Junaidi, mengatakan saat ini penggunaan Taman Denggung sebagai taman layak tidak memenuhi standar. Beberapa hal yang dianggap tidak memenuhi standar di antaranya emisi udara yang terlalu tinggi karena berdekatan dengan jalan nasional, dan fasilitas yang tidak cocok untuk anak.
"Taman Denggung tidak diperuntukkan menjadi taman layak anak, namun lebih ke taman umum karena emisi terlalu tinggi dan banyak orang dewasa yang merokok. Ada juga fasilitas wifi yang seharusnya tidak boleh ada di taman layak anak," kata Junaidi, Kamis (2/8/2018).
Menurut Junaidi, fasilitas untuk taman layak anak berbeda dengan taman umum. "Kalau untuk taman layak anak harus ada jam tutupnya, ada pagar, dan fasilitas-fasilitasnya juga berbeda," kata Junaidi.
Junaidi mengatakan Pemkab Sleman tahun ini mencanangkan pembangunan taman layak anak yang berlokasi di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman. "Tahun ini dicanangkan dan sudah masuk pada master plan yang disusun DLH sejak 2017," kata Junaidi.
Menurutnya, pembebasan lahan untuk membangun taman layak anak yang baru bakal dilakukan pada 2019. Pembangunan tersebut ditargetkan akan selesai pada 2021. Meski demikian fasilitas Taman Denggung akan tetap diperbaiki. Beberapa perbaikan direncanakan seperti penambahan fasilitas musala dan penertiban untuk pedagang kaki lima (PKL).
Salah satu pengunjung Taman Denggung, Ponijan, menilai posisi taman yang berada di dekat jalan nasional menjadi sangat bising sehingga tidak layak untuk dijadikan taman layak anak. Pada Kamis, pria yang berprofesi sebagai guru di SD Ngemplaksari, Seyegan, membawa siswa-siswanya bermain di Taman Denggung. "Beberapa fasilitas permainan yang ada sudah banyak yang rusak," katanya.
Selain itu, sejumlah kabel listrik yang berada di sekitar taman dianggap berbahaya. Ia menganggap taman layak anak dibutuhkan bagi anak untuk mendapatkan fasilitas bermain yang layak dengan catatan harus ditempatkan di lokasi yang cocok untuk anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.