Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Anak-anak bermain di Taman Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kamis (2/8/2018). Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Taman Denggung yang menjadi taman layak anak dinilai tidak memenuhi standar taman layak anak. Pemkab berencana membangun taman layak anak di tempat lainnya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Junaidi, mengatakan saat ini penggunaan Taman Denggung sebagai taman layak tidak memenuhi standar. Beberapa hal yang dianggap tidak memenuhi standar di antaranya emisi udara yang terlalu tinggi karena berdekatan dengan jalan nasional, dan fasilitas yang tidak cocok untuk anak.
"Taman Denggung tidak diperuntukkan menjadi taman layak anak, namun lebih ke taman umum karena emisi terlalu tinggi dan banyak orang dewasa yang merokok. Ada juga fasilitas wifi yang seharusnya tidak boleh ada di taman layak anak," kata Junaidi, Kamis (2/8/2018).
Menurut Junaidi, fasilitas untuk taman layak anak berbeda dengan taman umum. "Kalau untuk taman layak anak harus ada jam tutupnya, ada pagar, dan fasilitas-fasilitasnya juga berbeda," kata Junaidi.
Junaidi mengatakan Pemkab Sleman tahun ini mencanangkan pembangunan taman layak anak yang berlokasi di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman. "Tahun ini dicanangkan dan sudah masuk pada master plan yang disusun DLH sejak 2017," kata Junaidi.
Menurutnya, pembebasan lahan untuk membangun taman layak anak yang baru bakal dilakukan pada 2019. Pembangunan tersebut ditargetkan akan selesai pada 2021. Meski demikian fasilitas Taman Denggung akan tetap diperbaiki. Beberapa perbaikan direncanakan seperti penambahan fasilitas musala dan penertiban untuk pedagang kaki lima (PKL).
Salah satu pengunjung Taman Denggung, Ponijan, menilai posisi taman yang berada di dekat jalan nasional menjadi sangat bising sehingga tidak layak untuk dijadikan taman layak anak. Pada Kamis, pria yang berprofesi sebagai guru di SD Ngemplaksari, Seyegan, membawa siswa-siswanya bermain di Taman Denggung. "Beberapa fasilitas permainan yang ada sudah banyak yang rusak," katanya.
Selain itu, sejumlah kabel listrik yang berada di sekitar taman dianggap berbahaya. Ia menganggap taman layak anak dibutuhkan bagi anak untuk mendapatkan fasilitas bermain yang layak dengan catatan harus ditempatkan di lokasi yang cocok untuk anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eksekutif New York Times Jonathan McKinsey tewas ditembak di California. Dua mertuanya ditahan atas dugaan pembunuhan.
Ada 108 pilihan pekerjaan dalam KTP-el dan KK. Cek daftar lengkapnya serta aturan untuk content creator dan driver online.
Slipknot mengumumkan tur stadion 2027 mulai Wembley. Marilyn Manson, Lorna Shore, Hatebreed dan Bring Me The Horizon ikut tampil.
Ijazah asli diminta perusahaan saat melamar kerja? Simak aturan Kemnaker tentang penahanan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
Banjir Thailand menewaskan 19 orang dan berdampak pada 700.000 warga Bangkok. Pemerintah menargetkan genangan surut dalam 2-3 hari.