Kasus Pemerkosaan Gadis Disabilitas di Gunungkidul Terungkap
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
ILustrasi Politik uang/JIBI-Reuters
Harianjogja.com, BANTUL--Panitia pemilihan lurah desa (pilurdes) Bantul membuat inovasi dengan menggelar kampanye di luar jadwal. Langkah ini diambil karena jadwal kampanye yang berlangsung selama tiga hari dinilai tidak cukup untuk penyampaian visi misi para calon.
Ketua Panitia Pilurdes Bantul Muhammad Imam Santosa mengatakan terobosan menggelar kampanye di luar jadwal bertujuan memberikan waktu yang luas bagi calon untuk menyampaikan visi misi yang dimiliki. Menurut dia, waktu kampanye tiga hari pada 8-10 Oktober mendatang, dirasa singkat sehingga tidak akan maksimal untuk memperkenalkan diri bagi masing-masing calon.
“Kami ada 12 dusun dan dengan waktu tiga hari tidak akan mencukupi untuk menyasar keseluruhan dusun. Jadi untuk memaksimalkan penyampaian visi misi calon, kami akan menyelenggarakan kampanye tambahan,” kata Imam, Selasa (18/9/2018).
Rencananya kampanye di luar jadwal dilaksanakan mulai Rabu (19/9) atau hari ini hingga 7 Oktober. Diharapkan dalam kampanye di luar jadwal ini akan ada 12 pertemuan dengan menghadirkan masing-masing calon untuk menyampaikan visi misi.
“Konsepnya kampanye dialogis dan monologis. Jadi masing-masing calon harus menyiapkan dan memahami visi misi dan bukan hanya sebatas tulisan di kertas semata,” ucapnya.
Untuk penyelenggaran kampanye di luar jadwal, Imam mengakui penyelenggaraan dilakukan pihak independen seperti kelompok pemuda, organisasi kemasyarakatan hingga media radio di Bantul.
“Harapan kami sebagai panitia dengan kampanye tambahan ini, warga bisa lebih mengenal calon-calon yang akan dipilih,” kata dia.
Dia menambahkan untuk pelaksanaan juga harus diketahui dan ada rekomendasi dari panitia. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari pertemuan tertutup yang ujung-ujungnya berpotensi terjadi praktik transaksional dan politik uang.
“Di setiap pertemuan tidak boleh menggelar sendiri karena seluruh calon yang berjumlah lima orang akan dihadirkan,” katanya lagi.
Kepala Sub Bagian Lembaga Desa, Bagian Administrasi Pemdes, Setda Bantul, Edy Muryanto mengatakan pilurdes serentak rencananya dilaksanakan pada 14 Oktober mendatang. Namun sebelum pencoblosan dilakukan akan digelar kampanye selama tiga hari mulai 8-10 Oktober. “Sebelum memasuki masa kampanye di awal Oktober kami juga akan menggelar deklarasi kampanye damai,” katanya.
Menurut dia, deklarasi kampanye damai dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan sehingga pelaksanaan pilurdes berjalan dengan aman dan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
BYD M6 DM resmi meluncur di Indonesia sebagai MPV hybrid pertama BYD dengan klaim irit 65 km/liter dan jarak tempuh hingga 1.000 km.
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
HE 1O1 Yogyakarta Tugu menghadirkan pengalaman menginap dan kuliner bertajuk Rasa Raya Eid Al Adha, guna meramaikan momen Idul Adha dengan sentuhan cita rasa
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.