27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Foto ilustrasi kursi pejabat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja kini memasuki fase penentuan akhir. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut keputusan penetapan pejabat definitif masih menunggu hasil konsultasi dengan Gubernur DIY terkait tiga nama yang telah direkomendasikan panitia seleksi (pansel).
Tiga kandidat yang masuk daftar akhir merupakan hasil penyaringan dari seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, kompetensi manajerial dan sosial kultural, hingga uji gagasan tertulis serta presentasi lisan. Setelah proses itu selesai, penentuan satu nama dilakukan melalui konsultasi dengan Pemerintah Daerah DIY tanpa ada tes tambahan bagi kandidat.
Hasto menjelaskan, secara normatif hasil tiga besar dari pansel memang perlu lebih dahulu dibahas bersama pimpinan daerah tingkat provinsi, dalam hal ini Gubernur DIY, sebelum diputuskan satu nama sebagai Sekda Kota Jogja definitif.
"Ya saya kan itu tiga nama yang dikeluarkan pansel, secara normatif dari pansel itu supaya didiskusikan dengan pimpinan provinsi, dalam hal ini gubernur," katanya dalam peresmian Kantor Kelurahan Tegalpanggung pada Senin (18/5/2026).
Menurut Hasto, komunikasi dengan Gubernur DIY sebenarnya sudah berjalan. Namun, hingga kini proses konsultasi tersebut belum rampung sehingga nama Sekda Kota Jogja terpilih belum bisa diumumkan.
"Sudah [didiskusikan dengan gubernur]. Tetapi belum selesai," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak tujuh peserta mengikuti seleksi calon Sekda Kota Jogja. Dari proses tersebut kemudian mengerucut menjadi tiga nama yang dinilai memenuhi kriteria untuk melaju ke tahap akhir.
Adapun tiga kandidat yang masuk dalam daftar akhir yakni Ignatius Trihastono yang saat ini menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, Octo Noor Arafat selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja, serta Budi Santosa Asrori yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja.
Setelah nama-nama tersebut diserahkan pansel, proses berikutnya sepenuhnya berada pada tahap konsultasi antara Wali Kota Jogja dan Gubernur DIY guna menentukan pejabat yang nantinya akan mengisi posisi Sekda Kota Jogja.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Jogja, Sarwanto, mengatakan hingga saat ini belum ada target waktu pasti terkait penetapan Sekda Kota Jogja definitif. Meski demikian, pihaknya memperkirakan pelantikan pejabat terpilih berpotensi dilaksanakan pada Mei atau Juni 2026, bergantung pada selesainya proses konsultasi yang dilakukan Wali Kota Jogja dengan Gubernur DIY terkait tiga besar calon Sekda Kota Jogja.
"Tergantung Wali Kota [konsultasi nama tiga besar calon Sekda Kota Jogja]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.