Krisis Air Bersih Melanda Warga Semin

Ilustrasi. - Reuters
08 Oktober 2018 17:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Warga Dusun Kalangan, Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin mulai alami krisis air bersih. Rendahnya debit air yang disalurkan melalui Sistem Penyediaan Air Minum Dusun (SPAMDus) dari sumur bor di dusun tersebut menjadi penyebabnya.

Kepala Dusun Kalangan, Surayah mengungkapkan penurunan debit air ini mulai dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. Walhasil SPAMDus yang harusnya mengaliri 70 kepala keluarga (kk) di dusun tersebut tidak berjalan optimal. Bahkan dari sekian jumlah itu, hanya tujuh yang masih bisa menikmati air bersih.

"Kalau total warga saya itu ada 120kk tapi yang jadi pelanggan SPAMDus ada 70kk, gara-gara debit air kurang, mesin pompa air ini hanya mengaliri ke tujuh kk yang lokasinya terdekat dengan sumur bor," jelas Surayah melalui sambungan telepon kepada Harianjogja.com, Senin (8/10/2018).

Akibat dari masalah ini, sebagian warga yang tidak mendapat aliran air bersih terpaksa membeli air. Beberapa di antaranya memilih untuk memasang sambungan pipa air dari dusun terdekat.

"Kemarin ada yang beli [air], ada juga yang nyambung pipa ke dusum sebelah yang airnya lebih lancar, tapi biayanya mencapai Rp3 juta sekali masang," bebernya.

Sejumlah upaya diakui Suharyah telah dilakukan pihaknya. Salah satunya dengan melakukan pengeboran tanah menggunakan jasa peranti geolistrik untuk mendeteksi sumber air. Namun dari tiga titik pengeboran yang telah dilakukan, hasilnya kurang memuaskan.

"Hasil analisa geolistrik tidak ditemukan aliran air yang besar, paling hanya air permukaan, dan itu tidak cukup" ucap Suharyah.

Meski demikian, Suharyah mengaku belum terpikir untuk meminta bantuan droping air dari pemerintah desa maupun kabupaten. Pihaknya lebih memilih untuk melakukan pengeboran tanah guna mencari sumber air baru. Sejumlah rekanan seperti UGM turut digandeng, tapi belum mendapat kejelasan.

"Kami masih mengusahakan pengeboran, dan melobi UGM untuk membantu tapi belum ada keterangan. Kalau dari desa juga belum kami ajukan mengingat pemdes tengah menggodok agenda lain penganggaran BUMDes untuk Dusun Nglampok," jelasnya.

Menanggapi hal itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan sejauh ini tidak ada pengajuan droping air dari Dusun Kalangan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Semin. "Belum ada [pengajuan bantuan droping], nanti kami coba tinjau," ucapnya.
i kebutuhan 900 tangki. Namun di sisi lain, pemerintah kecamatan sebenarnya juga memiliki anggaran tersendiri. Sehingga koordinasi diharap lebih ditingkatkan.