Bantuan Korban Gempa, Pendataan Mahasiswa Sulteng di DIY Belum Final

Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018)./ANTARA FOTO - BNPB
12 Oktober 2018 08:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) DIY masih terus mendata jumlah mahasiswa yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah. Diharapkan mahasiswa yang terdampak gempa bumi tidak putus pendidikannya atau drop out (DO).

Kepala LL Dikti DIY Bambang Supriyadi mengungkapkan pendataan sudah dimulai beberapa waktu lalu sejak pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan waktu itu tercatat ada sekitar 590 mahasiswa. Namun HB X meminta untuk mengecek lagi dikhawatirkan ada yang belum masuk.

Hingga Kamis (11/10/2018), Bambang mengatakan sudah ada 12 perguruan tinggi swasta (PTS) melaporkan dan jumlahnya saat ini 423 mahasiswa. Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global ada sekitar 200 mahasiswa, dan dari PTS lain. Jumlah PTS di DIY ada 102.

“Untuk target waktu kami tidak bisa menentukan. Prinsipnya yang bersangkutan [mahasiswa] jangan sampai berhenti kuliah karena hanya tidak tertolong kampusnya,” kata Bambang saat dihubungi HarianJogja, Kamis (11/10/2018).

Terkait keringanan biaya kuliah, hal tersebut dikembalikan kepada kebijakan masing-masing kampus. Terpenting menurut Bambang, PT paham apa yang harus dilakukan. Dengan pendataan yang dilakukan sendiri oleh PT, diharapkan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Apakah mahasiswa perlu beasiswa satu semester, atau harus sampai selesai, setiap mahasiswa kondisinya beda-beda,” jelas Bambang.

Diharapkan, kampus yang memiliki ahli atau mahasiswa yang berkompeten dengan bidang yang diperlukan untuk menangani bencana di Palu dapat berangkat ke lokasi. Menurut Bambang, sejumlah PT sudah melakukan hal tersebut.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Robertus Sigit Widiarto mengatakan universitas telah mendata awal mahasiswa yang terdampak gempa Sulteng.

Setidaknya tercatat 90-100 mahasiswa asal Palu dan sekitarnya yang terdampak. “Kami sudah mendata dan assessment mengenai bagaimana situasi yang dihadapi mahasiswa yang terdampak,” ujar dia.

Sigit menuturkan nantinya akan ada kebijakan pemberian bantuan sesuai yang diperlukan mahasiswa yang terdampak gempa.
Pada tahap awal pembicaraan di tingkat rektorat, Sigit menuturkan akan ada keringanan biaya kuliah, namun dikarenakan kebutuhan mahasiswa berbeda-beda maka dilakukan pendataan terlebih dahulu.

“Sudah ada yang kuliahnya mau selesai, tinggal skripsi. Ini tentu kebutuhannya berbeda. Maka dari itu kami lakukan pendataan terlebih dahulu agar tetap sasaran,” ujar Sigit.

Kepala Bidang Humas UII Ratna Permata Sari mengatakan menurut data Direktorat Layanan Akademik ada 119 mahasiswa dari Palu, dan sekitarnya. “Saat ini kami baru mendata dengan tahapan membuat klusterisasi keterdampakan mulai dari ringan, sedang, dan berat,” kata Ratna.