Kulonprogo Banjir Investor, Hanya 9 Bulan Realisasi Investasi Capai Rp5 Triliun

Ilustrasi investasi. - Bisnis Indonesia
16 November 2018 13:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Kulonprogo menembus angka Rp5,678 triliun. Hasil tersebut diperoleh dalam rentang waktu Januari-September 2018.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan, mengatakan total nilai investasi tersebut bersumber dari PMA sebesar Rp675,069 miliar dan PMDN sebesar Rp5,022 triliun.

Agung mengatakan pada triwulan ketiga tidak ada investor yang masuk ke Kulonprogo, tetapi terjadi kenaikan nilai investasi PMA sebesar Rp414,498 juta. Nilai investasi PMDN juga turut naik Rp400 miliar yang berasald ari PT Angkasa Pura I.

Menurutnya, investasi di Kulonprogo mulai digandrungi karena ada proyek bandar udara baru yakni New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) dan pembangunan objek wisata di Bukit Menoreh oleh KSPN Borobudur.

Dia menjelaskan PMA di Kulonprogo mayoritas berasal dari Korea Selatan. DPMPT Kulonprogo berusaha memfasilitasi investor dari berbagai negara, khususnya Korea Selatan karena negara tersebut memiliki jaringan bisnis yang kuat. "Sehingga kalau pelayanan kami memuaskan, maka banyak investor yang tertarik masuk ke Kulonprogo," katanya, Kamis (15/11/2018).

Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulonprogo, Saryanto, menambahkan investor yang masuk untuk mengembangkan investasinya di kawasan bandara sebanyak 30 investor. "Sebagian sudah ada yang mulai tahapan pembangunan dan selesai melakukan pembebasan lahan," ujarnya. Dia menjelaskan investor yang masuk mulai dari pembangunan hotel hingga rest area. Saat ini sudah mulai mengurus perizinan dan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Proses kerja sama sudah dalam proses pembahasan. Mayoritas investor yang akan mengembangkan usaha merupakan investor dalam negeri," ucapnya.