Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
http://news.harianjogja.com/read/2018/12/10/500/957988/mendikbud-tahun-depan-siswa-tak-perlu-repot-daftar-masuk-sekolah-kok-bisa
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 34 ibu-ibu warga Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, dikukuhkan menjadi sukarelawan antikekerasan terhadap perempuan dan anak di desa setempat, Minggu (9/12/2018).
Para sukarelawan yang sebagian besar guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) itu nantinya ikut menanggulangi dan mencegah terjadinya kekerasan.
Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan terbentuknya sukarelawan perlindungan perempuan dan anak itu bukan berarti angka kekerasan tinggi di desanya.
Namun kekerasan anak dan perempuan menjadi salah satu fokus pada periode pemerintahannya enam tahun ke depan.
Ia juga tidak memungkiri adanya beberapa kasus perempuan hamil di luar nikah yang 60-70 persen di antaranya adalah masih usia anak-anak. Kondisi itu, kata dia, merupakan salah satu bentuk kekerasan yang perlu ditekan. Salah satunya melalui pembinaan dan pencegahan.
Para sukarelawan yang terdiri dari guru Paud karena guru Paud selama ini yang paling dekat dengan orangtua dan anak-anak. Wahyudi berharap para sukarelawan itu nantinya bisa ikut menyosialisasikan dan menyebarkan paham-paham antikekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Harapannya para sukarelawan ini dapat memantau terpenuhinya hak-hak anak anak dan dapat menyebarkan pemahaman perlindungan terhadap anak dan perempuan," kata Wahyudi.
Sukarelawan perlindungan perempuan dan anak ini didampingi langsung oleh kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani).
Sebelumnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul juga berencana mementuk sukarelawan antikekerasan terhadap perempuan dan anak sampai tingkat dusun.
Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tercatat di Dinsos P3A tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu, yakni 195 kasus dari 167 kasus.
Banyaknya kasus yang ditemukan tersebut diklaim bagian dari keberhasilan tim untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan dari yang sebelumnya ditutup-tutupi.
Kepala Bidang P3A Dinsos Bantul, Anastasia Diah Setiawati mengatakan saat ini semua tim antikekerasan terhadap perempuan aktif melakukan advokaisi dan sosialisasi. Selain itu antarlembaga penegak hukum juga sudah memiliki kesamaan persepsi dalam menangani kasus kekerasan anak dan perempuan.
Sekarang penanganan kekerasan perempuan dan anak di Bantul sudah komprehensif. Dari masyarakat sudah berani melapor. Dari ppenyidikan, penuntutan, sampai pengadilan juga memiliki visi yang sama dalam menangani kasus kekerasan anak dan perempuan," kata Diah, pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.