40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Foto Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL- Kecelakaan terjadi di objek wisata paralayang di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Sabtu (22/12/2018) pukul 11.00 WIB. Seorang kru paralayang jatuh ke pantai saat membantu wisatawan. Korban meninggal dunia.
Korban bernama Suyadi, 40, warga Gabuk Giricahyo Purwosari Gunungkidul. Ia jatuh dari paralayang di Klampok Parangrejo Purwosari Gunungkidul.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 3 Ali Sutanto mengungkapkan kronologi kejadian tersebut bermula saat korban yang bekerja sebagai kru paralayang, hendak membantu penerbang untuk terbang tandem.
"Namun, tangan korban tersangkut tali paralayang saat paralayang tersebut akan take off," jelasnya.
Mengetahui korban tersangkut, pilot paralayang berusaha mendaratkan parasutnya namun korban tidak kuat lagi saat berpegangan, dan akhirnya korban terjatuh di tepi pantai sebelah timur pantai Parangtritis. Korban mengalami patah tulang tangan dan kaki.
Petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghampiri korban. "Namun, saat dicek korban telah meninggal dunia," jelasnya.
Petugas kemudian menghubungi pihak berwajib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).