Korban Bencana Nepal Capai 1.396, Jepang Kirim Bantuan Rp35 Miliar
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.
Ilustrasi kebudayaan/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam rangka menjaga nilai adat, tradisi, dan seni serta memajukan kebudayaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, menyelenggarakan pembinaan lembaga penggiat seni dan sanggar.
"Revitalisasi adalah menghidupkan kembali objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Jumat (12/7/2019).
Revitalisasi sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan pasal 26 ayat (3), menurut dia, antara lain dilakukan dengan menggali atau mempelajari kembali berbagai data objek pemajuan kebudayaan dan/atau objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah yang ada di dalam maupun luar negeri.
"Kemudian mewujudkan kembali objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah dan mendorong kembali penggunaan objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah," katanya.
Dalam upaya memajukan kebudayaan, ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan Sleman menggunakan Dana Keistimewaan tahun 2019 untuk memfasilitasi sanggar untuk menggelar pementasan kesenian.
"Dua Sanggar di Kabupaten Sleman yang memperoleh fasilitas pembinaan sanggar ini adalah Sanggar Sekar Djagad dan Sanggar Budaya Wijaya kusuma," katanya.
Aji mengatakan, fasilitasi tersebut ditujukan untuk memopulerkan seni tradisional kerakyatan dan modern di kalangan masyarakat.
"Selain itu juga untuk menggali potensi sumber daya manusia (SDM) bidang seni, serta kelompok-kelompok atau sanggar seni," katanya.
Sanggar yang mendapat dukungan sudah menggelar pementasan.
Sanggar Budaya Wijaya Kusuma di Padukuhan Grogol, Margodadi, Seyegan, menggelar pentas seni Maguyu-uyu, Tari Persembahan, Tari Putri Wijaya Kusuma, Rampak Putra Wijaya Kusuma, Pethilan Kethoprak, dan Campursari Putra Sekar Sumawur.
Padepokan Sekar Djagad, Mutihan, Madurejo, Prambanan, sudah mementaskan Wayang Orang Pakeliran (Sengkuni Gugur), Rampak Kendang Cikrak, Klanthang Mimis, dan Sendratari Siswa SMKI Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.