Baritan, Cara Warga Sukoreno Berdoa agar Panen Baik

Prosesi upacara adat Baritan di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kamis (11/7/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
12 Juli 2019 08:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo menggelar upacara adat Baritan, Kamis (11/7/2019). Kegiatan ini semacam doa bersama untuk memohon kepada Tuhan agar hasil panen petani desa setempat melimpah.

Kepala Desa Sukoreno Suparlan mengatakan menjelang masa panen padi yang kemungkinan akan jatuh pada beberapa hari ke depan, warganya kerap mengadakan upacara Baritan. Upacara ini mirip seperti tradisi wiwit panen yang biasa ditemui di sejumlah desa di Kulonprogo.

Tujuannya pun sama, untuk memohon kepada Tuhan agar petani Sukoreno dilimpahkan banyak rezeki berbentuk hasil panen melimpah. Petani berharap lewat kegiatan ini, proses panen bisa dilancarkan dan jauh dari serangan hama.

“Ini semacam permohonan kepada Tuhan dari masyarakat petani Sukoreno agar tanaman padi yang sebentar lagi panen bisa selamat dari serangan hama. Hasilnya bisa maksimal sesuai harapan,” kata Suparlan di sela-sela upacara adat Baritan, Kamis.

Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun. Upacara dimulai dengan kirab budaya yang diikuti warga desa setempat dan juga muda mudi berpakaian prajurit Jawa bernama pasukan Krida Manggala. Sementara kaum ibu-ibu dan bapak-bapak membawa hasil bumi seperti nasi ayam, sayur mayur dan buah-buahan.

Penganan itu lantas didoakan oleh sesepuh desa. Dalam prosesi ini, warga yang ditunjuk mendoakan hasil bumi, juga memohon kelancaran masa panen padi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan bersama atau biasa disebut dahar kembul. Makanan yang disantap itu yakni hasil bumi yang tadi sudah didoakan.

Suparlan mengatakan untuk tahun ini upacara yang dipusatkan di area persawahan objek wisata Jati Moncol, Dusun Blimbing, Desa Sukoreno, itu dikemas berbeda. Terdapat hiburan kesenian macapat, dan permainan tradisional nglarak blarak.

Hal ini bukan tanpa alasan sebab Sukoreno mendapat kunjungan dari ratusan peserta Kemah Pramuka Budaya se-Jawa (KPBJ). Sajian itu diharapkan mampu menghibur kakak-kakak Pramuka yang pada hari itu juga bertolak dari Taman Budaya Kulonprogo (TBK) Pengasih seusai menyaksikan kesenian tradisional Kulonprogo. Selain menonton, mereka turut mengikuti prosesi Baritan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo, yang juga menjadi Andalan Kwartir Pramuka Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan keikutsertaan 150 pramuka dalam upacara Baritan untuk mengenalkan potensi Kulonprogo dari sudut pandang berbeda. Baritan dipandang mampu mempresentasikan budaya, seni dan sosial masyarakat dalam satu paket.

Ketua KPBJ Suwarsih mengatakan roh kegiatan KPBJ yakni menggali dan mengenalakan budaya daerah sebagai akar budaya nasional sehingga Indonesia selalu berpedoman pada Bhineka Tunggal Ika. Peserta KPJB diharapkan bisa mengenal dan memahai nilai dari upacara ini, yakni ucapan syukur dan terima makasih kepada Sang Pencipta.