New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Deputi Direksi Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Kisworowati, ketika memberikan materi tentang sosialisasi JKN-KIS di Desa Srigading, Sabtu (13/7/2019). /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
Harianjogja.com, BANTUL–-Direksi dan senior leader BPJS menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia, salah satunya ialah Desa Srigading, Sanden Bantul. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati HUT BPJS Kesehatan yang ke 51.
Selain untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, kunjugan ini juga dilakukan untuk menjaring aspirasi rakyat setempat guna menyempurnakam jalannya progam jaminan kesehatan nasional.
Deputi Direksi Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Kisworowati menyampaikan dalam kunjungan ini pihaknya ingin mendengarkan langsung suara rakyat tentang pelaksanaan JKN-KIS diberbagai tempat, khususnya di perkampungan.
“Jadi kenapa kami fokus ke perkampungan dulu, karena kondisi perkampungan sangat berbeda dengan kota yang aksesnya lebih gampang. Setelah ini hasil kunjungan akan kami jadikan bahan evaluasi, apa saja yang perlu dipertahankan dan apa saja yang perlu disempurnakan,” katanya dalam acara sosialisasi JKN-KIS di kantor Desa Srigading, Bantul, Sabtu (13/7/2019).
Dalam kunjungan tersebut BPJS Kesehatan juga turut menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.
Selain itu acara tersebut juga dilengkapi dengan pemberian bantuan berupa alat-alat olahraga berupa alat olahraga dan juga beberapa alat cek kesehatan seperti cek tensi dan timbangan badan.
Kisworowati menambahkan dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak termasuk masyarakat Indonesia.
“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar progam ini berjalan dengan suskses, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat dan yang sakit bisa sembuh. Untuk itu mari kita jaga raga kita, makan gizi yang seimbang, istirahat yang cukup dan jangan lupa olahraga,” katanya.
“Jangan lupa juga iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, untuk iti diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh rakyat khususnya yang sudah terdaftar. Jadi iuran dari mereka yang sehat dipergunakan untuk yang sakit. Jangan takut, uang peserta tidak akan kami salah gunakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.