RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Longsor di kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat disertai angin dari Minggu (17/3/2019) pagi hingga Senin (18/3/2019) dini hari WIB menyebabkan bencana hidrometeorologi di wilayah Bantul, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Satu titik tanah longsor berada di Kompleks Makam Raja-raja di Wukirsari, Imogiri. Longsor terjadi di tembok bagian timur kompleks pemakaman HB IX, merembet hingga komplek pemakaman yang dipersiapkan untuk HB X. Tembok dan bagian pelataran ambrol sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Material longsoran dari komleks pemakaman tersebut kemudian menimpa dua rumah di bagian bawah di Dusun Kedungbuweng, Wukirsari. Ada empat orang yang tertimbun, dan dua di antara mereka dalam proses evakuasi.
Joko Nugroho, salah satu abdi dalem penjaga Komplek Pemakaman HB IX mengatakan tembok pemakaman ambrol sekitar pukul 19.00 WIB. Namun ia baru melihatnya pagi hari bersamaan dengan sowanan ke makam yang dilakukan setiap Senin dan Kamis.
Menurut dia, tembok yang ambrol tersebut merupakan bangunan lama yang masuk dalam cagar budaya. Hanya beberapa bagian yang merupakan bangunan baru. “Hampir semuanya bangunan lama,” kata Joko.
Sementara bagian pelataran kompleks bakal pemakaman HB X yang ambrol itu rencananya dibuat pendopo untuk penerimaan tamu. Keluarga Kraton datang untuk melihat kompleks makam yang ambrol, salah satunya putri kedua HB X, GKR Condokirono.
Perempuan yang akrab disapa Gusti Condro datang untuk mengecek langsung lokasi longsor. Hasil pengecekan itu akan disampaikan ke Sultan HB X.
“Sementara ini biar diteliti terlebih dahulu,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut Gusti Condro juga menyampaikan belasungkawa longsor tersebut menimbulkan korban jiwa.
“Saya menerima kabar tadi pagi membuat saya shock.”
Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) DIY, Muhammad Mansyur mengatakan lokasi longsor di kompleks pemakaman Raja-Raja di Imogiri cukup besar sehingga perlu penanganan yang ekstra.
Jawatannya akan tim terlebih dahulu mengidentifikasi secara detail kerusakan konstruksi bangunan komleks
“Kami harus hati-hati karena ini cagar budaya perlu hati-hati. Dari sisi kontruksi dan sejarahnya harus pas,” kata Mansyur daat mengecek lokasi longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.