Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak dua calon haji (calhaj) dari Sleman batal berangkat ke Tanah Suci. Satu orang calhaj batal berangkat karena sakit, sedangkan satu orang lainnya lantaran meninggal dunia.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Ujang Sihabuddin mengatakan total calon haji Sleman pada 2019 berjumlah 1.414 orang yang tergabung dalam kloter 25, 25, 27, 28, 29, dan 97. Pemberangkatan kloter paling awal pada Sabtu (13/7/2019) dan paling akhir Minggu (4/8/2019). Sedangkan untuk jadwal pemulangan kloter paling awal pada Senin (26/8) dan paling akhir Minggu (15/9/2019). “Satu orang dari kloter 28 bernama Somodiharjo, 88, warga Berbah, meninggal dunia di rumah sebelum waktu keberangkatan,” kata dia, Senin (15/7).
Selain itu, kata dia, satu orang calhaj bernama Zainuddin, warga Cangkringan yang masuk dalam kloter 26 juga batal berangkat karena sakit.
Barang Bawaan
Lebih lanjut, kata Ujang, petugas masih menemukan adanya jemaah haji yang membawa jamu-jamu tradisional saat akan diberangkatkan, sehingga barang tersebut harus diturunkan. “Biasanya alasannya untuk menghangatkan badan atau menjaga kondisi tubuh, namun mereka membawa melebihi kapasitas yang diizinkan penerbangan,” ujar dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berpesan kepada seluruh jemaah calon haji untuk selalu menjaga kondisi kesehatan ketika berada di Tanah Suci. “Saya berpesan untuk selalu menjaga kesehatan. Selalu disiplin minum yang cukup, mengingat perbedaan suhu dan iklim di Tanah Suci berbeda dengan Indonesia,” kata dia, saat melepas jamaah haji asal Sleman, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.