KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, SLEMAN-- Staf Seksi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Christ Bangun Dwi Samekto menyatakan saat ini DPUPKP baru dalam tahap dalam membuat kajian mengenai kebutuhan rusunawa. Setelah kajian itu selesai dibuat, nantinya bisa diambil upaya dalam menentukan perlu tidaknya membuka rusunawa lagi.
Upaya tersebut diambil karena berangkat dari keterbatasan lahan dan mendorong konsep hunian vertikal yang kini banyak dikembangkan. Konsep ini didorong mengingat Kabupaten Sleman merupakan daerah penyangga resapan air di DIY, utamanya untuk wilayah Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.
Christ Bangun mengatakan, bagi masyarakat berpenghasilan rendah, konsep yang ditawarkan adalah rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Sedangkan, masyarakat dengan penghasilan menengah ke atas, diarahkan untuk memiliki hunian rumah susun sederhana milik (rusunami), dan apartemen.
"Pusat selalu menawarkan [pembangunan rusunawa] tapi kami masih terkendala masalah lahan. Sebagai gantinya, disalurkan ke yayasan atau kampus untuk hunian mahasiswa," kata Christ Bangun di kantor DPUPKP Kabupaten Sleman, Rabu (17/7/2019).
Christ Bangun mengatakan, dari segi teknis, pembangunan gedung rusunawa menggunakan dana dari pusat.
Christ Bangun melanjutkan, peran pemerintah daerah adalah lebih kepada penyediaan lahan, dan prasarana dasar semisal musola dan taman. Namun, kini pembangunan rusunawa dihentikan untuk sementara waktu lantaran kesulitan mencari lahan.
"Satu tower rusunawa butuh lahan setidaknya 5.000 meter persegi. Selama ini, lahannya menggunakan kas desa dengan sistem sewa," ungkap Christ.
Christ Bangun menjelaskan, di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 11 tower rusunawa yang tersebar di empat lokasi yakni Dabag Condongcatur, Jongke Sendangadi, Gemawang Sinduadi, dan Mranggen Sinduadi.
"Keseluruhan terdapat lebih dari 1.000-an unit hunian pada rusunawa tersebut," terangnya.
Ketua DPD REI DIY Rama Adyaksa Pradipta, mengatakan menurut pandangan REI, rusunawa tetap dibutuhkan sebagai jembatan pra-kepemilikan rumah bagi masyarakat.
"Jadi rusanawa memang perlu bagi mereka yang belum mampu membeli dan memiliki rumah secara permanen," kata Rama.
Rama mengatakan, para alumnus rusunawa akan menjadi potensi captive market bagi properti Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) atau apartemen yang disuplai REI.
"Masih belum cukup, setidaknya 10 persen dari total backlog DIY sebesar 252.000 bisa diwadahi di dalam rusunawa," ungkapnya.
Rama menegaskan, Sleman mendominasi kebutuhan berdasarkan sebaran dan kepadatan penduduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.