Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO--Jumlah koperasi di Kulonprogo akan bertambah. Sebab, sebanyak tiga koperasi baru yang sudah terbentuk dan telah beroperasi. Namun koperasi itu belum terdata di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kulonprogo karena baru berdiri kurang dari satu tahun dan belum melaksanakan RAT.
"Data kami sekarang untuk koperasi aktif ada 258, nanti akan bertambah tiga koperasi, hanya saja koperasi itu belum kami data karena belum melakukan RAT, kemungkinan tahun depan baru bisa didata," kata Kasi Pengawasan Bidang Kelembabagaan dan Pengawasan, Diskop UKM, Sutrisno Purwoto, Jumat (19/7/2019).
Setelah terdata, ketiga koperasi ini akan diawasi dan dibina oleh Diskop UKM Kulonprogo. Sutrisno menyatakan bakal memperketat pengawasan untuk mengantisipasi pasifnya koperasi. Pengawasan ini juga berlaku kepada seluruh koperasi aktif di Kulonprogo.
Dengan pengawasan itu, Diskop UKM bisa memetakan koperasi mana saja masuk kategori sehat, cukup sehat, dalam pengawasan, dan dalam pengawasan khusus. Keempat indikator ini memiliki nilai tersendiri. Untuk nilai terendah mulai dari 0-50 yang diperoleh koperasi, maka masuk dalam pengawasan khusus. Semakin tinggi nilai, maka koperasi yang bersangkutan semakin sehat.
"Jadi ada empat klasifikasi yakni sehat dengan nilai 80-100, cukup sehat 65-80, dalam pengawasan 50-60, dalam pengawasan khusus 0-50. Ini jadi dasar kami untuk bertindak, yang sehat tentunya akan kita berikan dorongan motivasi untuk maju berkembang. Yang cukup sehat kami bina agar sehat," paparnya.
Terkait keberadaan koperasi sekolah, Sutrisno menyatakan jika itu juga masuk kewenangan pihaknya. Hanya saja, untuk koperasi jenis ini, sekadar diberikan pembinaan karena tidak memiliki badan hukum. "Tapi tetap kami data, dan sekarang ini sekolah di 12 Kecamatan di Kulonprogo sudah memiliki koperasi sendiri," ujarnya.
Sutrisno mengatakan koperasi sekolah sangat penting untuk media pembelajaran para siswa. Sebab, lewat koperasi inilah para pelajar mengenal tata cara berwirausaha sejak dini yang kemudian menjadi bekal di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.