Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO- Komisi V DPR RI menyoroti masih belum memadainya konektivitas transportasi Yogyakarta International Airport (YIA) dengan beberapa wilayah. DPR meminta, agar jangan sampai setelah pembangunan bandara rampung 100%, konektivitas malah belum siap.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo mengatakan, saat ini masyarakat umum masih membutuhkan waktu yang lama untuk menjangkau Bandara YIA. "Bandara YIA ini kan jadi ikon. Sekarang kita ke Kulonprogo dari Jogja itu lama. Masyarakat umum butuh kereta yang nyambung ke bandara. Maka pertama yang harus disiapkan yaitu konektivitas bandara dengan moda transportasi yang ada," jelasnya pada saat memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR RI, Senin (5/8/2019).
Ia mengatakan, moda transportasi yang harus disiapkan antara lain jalur kereta yang langsung menuju bandara dan jalan tol. "Perlu ada stasiun bandara seperti di Adisumarmo (Solo). Ada kereta reguler. Nyambung dari Wates atau dari Wojo atau Kedundang ke Bandara. Itu berjalan reguler bisa mengurangi kepadatan," tutur Sigit. Sedangkan untuk jalan tol tersebut Sigit berharap ada konektivitas yang menghubungkan baik dari Bawen maupun Kartosuro.
Ia berharap, agar operasional Bandara YIA berjalan dengan lancar dan permasalahan konektivitas bisa dengan cepat diselesaikan. Menurutnya, tidak ada masalah dalam progres pembangunan bandara, hanya saja apabila konektivitas bandara ketinggalan, maka yang ditakutkan, akan membuat operasional bandara menjadi sepi seperti di Bandara Kertajati.
"Ini yang ketinggalan justru konektivitasnya. Bandara sudah hampir selesai. Tapi DED (Detail Engineering Design) jalan tol ini kami belum mendengar," ujar Sigit. Sigit mengaku secepatnya Komisi V DPR RI akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian terkait agar YIA tidak bernasib sama dengan Bandara Kertajati.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, akses transportasi diperlukan untuk mendorong operasional bandara. Menurutnya, minat masyarakat untuk terbang melalui Bandara YIA cukup tinggi.
"Kami mohon dukungan dengan aksesibilitas. Jangan sampai bandara dengan kapasitas yang besar, tapi ada kendala di akses. Akhir 2020 sudah disiapkan akses kereta bisa masuk bandara," beber Faik pada Senin.
Ia mengatakan, operasional penuh Bandara YIA bisa terkejar di Desember 2019. Sedangkan, kontrak pembangunan Bandara YIA dengan PT PP akan berakhir di Juli 2019. Faik menjelaskan, setelah operasional penuh bandara, pihaknya mempersiapkan pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Bandara YIA. Pemindahan tersebut dilakukan secara bertahap dengan priorotas penerbangan domestik dari dan ke luar Jawa.
Menurut Faik, saat ini okupansi dari tujuh penerbangan yang sudah beroperasi di Bandara YIA mencapai 70%. Tujuh penerbangan yang sudah jalan di Bandara YIA yaitu dari maskapai Batik Air, Lion Air, Citilink dan AirAsia. Sementara progres pembangunan Bandara YIA untuk operasional penuh sampai saat ini mencapai 70%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendag Budi Santoso menyebut BRICS menyepakati mayoritas substansi perdagangan meski belum mencapai joint statement.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.
BGN mewajibkan ompreng MBG mencantumkan batas waktu konsumsi mulai pekan depan untuk memperkuat keamanan pangan dan mencegah keracunan.