Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS Turun, Galeri24 Naik, Antam Stabil
Harga emas Pegadaian hari ini 10 Mei 2026: UBS turun, Galeri24 naik, Antam stabil. Cek daftar lengkap dan tips investasi emas.
Para narasumber bersiap memaparkan materinya dalam seminar dengan tema Peran Barahmus DIY Masa Lalu, Kini dan Mendatang di Pendopo Agung Taman Siswa Jogja, Selasa (6/8/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Meski museum-museum di DIY terus berbenah, namun pengembangan permuseuman masih mengahadapi sejumlah persoalan. Salah satunya, terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras).
Ketua Badan Musyawarah Musda (Barahmus) DIY Ki Bambang Widodo mengatakan di usia ke 48 tahun, Barahmus terus mendorong agar anggotanya terus berbenah. Pembenahan itu dibutuhkan agar museum yang dikelola bisa menarik minat masyarakat untuk datang.
"SDM permuseuman harus menyesuaikan dengan generasi milenial. Kalau penyajian dan narasinya hanya sekadarnya tidak akan menarik generasi milenial," katanya di sela-sela seminar dengan tema Peran Barahmus DIY Masa Lalu, Kini dan Mendatang di Pendopo Agung Taman Siswa Jogja, Selasa (6/8/2019).
Selain itu, lanjut Bambang, pengelola museum didorong terus melengkapi Sarpras. Pemenuhan fasilitas museum juga salah satu peningkatan pelayanan. "Sarpras juga harus ditingkatkan. Meskipun membutuhkan dana, namun peningkatan layanan tersebut sudah menjadi keharusan. Misalnya, bagaimana museum menyediakan fasilitas digital. Informasi koleksi museum bisa juga tampil di ponsel," katanya.
Dia mendukung kebijakan Pusat yang mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 111 museum di Indonesia. Museum di DIY memang tidak masuk dari 111 museum yang menerima DAK karena pengembangan museum di DIY didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais).
Barahmus akan memberikan rekomendasi bagi museum yang akan mengakses Danais sesuai proposal yang diajukan. "Pembenahan museum dilakukan secara bertahap. Seperti misalnya revitalisasi gedung Museum Wayang dapat Rp2 miliar," ujarnya.
Tahun lalu, menurut Bambang, jumlah pengunjung museum di DIY mencapai sekitar 5,1 juta orang. Tingginya jumlah kunjungan ke museum-museum ini salah satunya ditopang oleh kegiatan sekolah yang "mewajibkan" siswanya untuk mengunjungi museum.
"Ada program wajib mengunjungi museum. Ini bagian dari penguatan pendidikan karakter. Bagaimana museum ini menjadi pusat penguatan karakter bangsa," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Sigit Gunarjo berharap enam windu keberadaan organisasi Barahmus diharapkan terus memberikan inspirasi-inspirasi terkait pengelolaan museum. AMI, katanya terus mengawal agar pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang (UU) tentang Permuseuman di Indonesia. "Alhamdulillah, informasinya, naskah akademik [Rancangan UU Permuseuman] sudah selesai. Sudah ada di Komisi 10 [DPR RI]. Tahun depan rencananya dibahas," katanya.
Menurutnya, UU Cagar Budaya yang selama ini juga menaungi tentang permuseuman tidak cukup mengatur tentang pengelolaan museum. Sementara, PP No.6/2015 tentang Museum juga dinilai tak bisa dijadikan payung hukum yang kuat. "Cagar budaya dan museum dua hal yang berbeda. Dengan adanya UU Permuseuman, nanti SDM mereka juga akan memiliki standardisasi. Ini revolusi yang harus segera diselesaikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Pegadaian hari ini 10 Mei 2026: UBS turun, Galeri24 naik, Antam stabil. Cek daftar lengkap dan tips investasi emas.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.