Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kota Jogja. /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dinilai masih lemah dalam mengatur keberadaan homestay. Beberapa homestay diidapati tidak memiliki induk semang atau pemiliknya berada di luar daerah. Hal ini berpotensi penyalahgunaan homestay oleh pemakainya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan kepada wartawan, Senin (19/8/2019), perlu adanya regulasi yang lebih jelas terkait keberadaan homestay. “kami harus mengatur homestay yang izinnya bisa ditertibkan itu kalau yang kepemilikannya seperti apa,” kata dia.
Ia mengungkapkan Pemkot Jogja selama ini memberi ruang pada homestay untuk tumbuh karena berharap homestay dapat dikelola warga dan menjadi pengembangan ekonomi masyarakat. Kalaupun pemiliknya bukan warga, maka modelnya tetap harus kerja sama dengan warga.
“Pengelola dari warga, atau warga memperoleh keuntungan. Bentuk kerja sama yang dimungkinkan seperti apa. Artinya warga mngkin untuk pengembangan, marketing dan manajemen kurang memiliki kekuatan, tapi dia harus punya kerja sama,” ujarnya.
Adapun poin penting yang akan diatur yakni rumah seperti apa yang bisa diizinkan dan fasilitas seperti apa yang harus dimiliki minimal oleh homestay. “Termasuk kamarnya seperti apa, siapa yang melayani. Jangan sampai homestay tidak diketahui siapa yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia mengatakan homestay merupakan unit usaha, maka harus jelas siapa yang bertanggung jawab. Antara manajemen, pemilik dan Pemkot harus diatur dengan tegas. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyusun regulasi soal homestay. Ia berharap perizinan bisa transparan dan cepat dilayani.
Peerizinan homestay saat ini berada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP). Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tetap harus dilibatkan sebagai acuan regulasi homestay. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya ketidak tahuan masyarakat pada aktivitas homestay sehingga rawan digunakan untuk hal negative.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.
Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang menyalurkan 40 paket seragam sekolah bagi siswa prasejahtera di tujuh madrasah.Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang
Ekonom UMY menjelaskan kenaikan desil belum tentu menandakan ekonomi membaik. Desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan rumah tangga.
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.