Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Penerbangan komersial pertama di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5/2019)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, KULONPROGO—PT Angkasa Pura 1 berencana mengembangkan lahan seluas 86 hektare (ha) di Kecamatan Temon sebagai kawasan aerocity atau kota bandara yang berkonsep bisnis dan pelayanan.
Direktur PT Angkasa Pura 1 Faik Fahmi mengatakan setelah Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) beroperasi penuh pada 2020 mendatang, kawasan sekitarnya harus berkembang guna mendukung aktivitas bandara.
“AP 1 kan punya lahan 86 hektare di sekitar bandara. Rencananya dikembangkan menjadi kawasan aerocity. AP 1 akan membangun fasilitas penyokong kebandarudaraan dan pariwisata, seperti hotel dan pertamanan,” paparnya, Jumat (23/8/2019).
Konsep yang disiapkan yaitu antara bisnis dan pelayanan mengingat letak Kulonprogo jauh dari mana-mana sehingga disiapkan konsep kota baru agar wilayahnya bisa berkembang. Di luar 86 hektare yang dimiliki AP 1, pengembangan kawasan merupakan tanggung jawab Pemerintah kabupaten Kulonprogo, termasuk dalam rencananya membuat kawasan Aerotropolis.
Faik menjelaskan progres pembangunan bandara sampai saat ini masih sesuai dengan perencanaan. Angkasa Pura 1 akan mengakhiri kontrak pembangunan bandara dengan PT PP sampai Juli 2020. “Kemajuan pembangunannya sudah 74%. Airside sudah selesai semua, tinggal pengerjaan terminal,” katanya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo mencatat AP 1 menjadi penyumbang capaian investasi Kulonprogo paling besar di tahun ini. Sampai pertengahan tahun ini, dari realisasi investasi yang masuk sebesar Rp7,6 triliun, investasi dari AP 1 yang masuk sebesar Rp1 triliun.
Kepala Bidang Pengawasan Data dan Informasi, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo Cahyono mengatakan sejak ada YIA, investasi di Kulonprogo menanjak. Paling menggeliat yaitu investasi perumahan dan hotel.
Untuk perumahan, sampai 2016 tercatat hanya ada 10 pengembang yang berinvestasi di Kulonprogo lalu sampai 2018 meningkat menjadi 19 pengembang. Tahun lalu, ada tiga pengembang yang perumahan yang berinvestasi di Kulonprogo. Sebanyak dua pengembang berinvestasi di Kecamatan Pengasih sedangkan satu lagi di Kecamatan Panjatan.
Untuk hotel, pada tahun lalu tercatat total investasi mencapai Rp194 miliar. Ada tujuh investasi hotel yang semua lokasinya di Temon. “Rata-rata hotel berbintang,” tutur Cahyono. Sementara, sebelum ada bandara, investasi hotel di Kulonprogo belum ada hotel berbintang.
Tahun ini meskipun belum tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), namun sudah masuk di Online Single Submission (OSS), ada satu hotel dan dua perumahan real estate berinvestasi di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.