APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi Gedung DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA--Proses pengisian jabatan empat pimpinan DPRD DIY mulai ada titik temu. Peraih suara terbanyak 17 kursi, PDI-Perjuangan didapuk menduduki kursi Ketua DPRD DIY. Adapun tiga kursi Wakil Ketua DPRD DIY masing-masing menjadi hak PKS, PAN dan Gerindra.
Sekretaris DPRD DIY Haryanta mengatakan komposisi pimpinan dewan tersebut dihasilkan dalam musyawarah bersama pimpinan parpol di DIY pada Rabu (21/8/2019) lalu. Musyawarah dilakukan untuk menentukan komposisi pimpinan dewan berdasarkan perolehan kursi dan suara terbanyak. Tiga partai yang memperoleh suara terbanyak kedua, ketiga dan keempat tersebut diputuskan berhak untuk menduduki kursi wakil ketua.
"Karena ada tiga partai yang memperoleh jumlah kursi yang sama, tujuh kursi, maka akhirnya disepakati dengan merangking perolehan suara untuk menentukan posisi tiga wakil ketua," katanya, Senin (26/8/2019).
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU DIY, peraih suara terbanyak kedua diduduki oleh PKS (236.088 suara). Kader PKS pun akan mengisi posisi sebagai Wakil Ketua I. Disusul kemudian PAN yang memperoleh terbanyak kedua (233.316 suara) untuk posisi Wakil Ketua II sementara Kader Gerindra akan menduduki posisi sebagai Wakil Ketua III karena meraih 224.183 suara.
Sejumlah kader masing-masing partai peraih suara terbanyak yang akan menduduki posisi pimpinan DPRD DIY pun beredar. Dari PDIP dua nama muncul sebagai kandidat Ketua DPRD DIY yakni Nuryadi dan Yuni Satia Rahayu. Begitu juga dengan PKS yang kabarnya mengajukan Agus Sumartono untuk menduduki kursi wakil ketua.
Selain ketiga nama tersebut, kader PAN Suharwanta juga muncul. Adapun Gerindra dikabarkan menyodorkan tiga nama mulai Anton Prabu Semendawai, Danang Wahyu Broto dan Sinarbiyat Nujanat. Hanya saja menurut Haryanta, keputusan siapa yang akan menduduki posisi sebagai pimpinan dewan akan diketahui setelah pelantikan 55 Anggota DPRD DIY pada 2 September 2019 mendatang.
Bagi PKS DIY, merasakan posisi pimpinan dewan di DPRD DIY merupakan pertama kali sejak pemilu era reformasi. Partai ini pernah sekali merasakan empuknya kursi pimpinan dewan namun saat masih bernama bernama Partai Keadilan (PK) pada periode 1999-2004 silam. PKS juga sukses menggeser PAN yang selama ini kerap meraih kursi Wakil Ketua I. Mengingat perolehan jumlah kursi PAN di DPRD DIY menurun dari sebelumnya delapan kursi, kali ini hanya tujuh kursi. Berbeda dengan PKS yang bertambah satu kursi dari sebelumnya enam kursi.
Bendahara DPW PKS DIY Huda Tri Yudiana mengatakan, komposisi kursi pimpinan dewan memang berdasarkan jumlah peroleh kursi setiap partai. Hanya saja ada tiga partai yang memiliki kesamaan jumlah kursi sehingga kemudian dilakukan musyawarah. Hingga kemudian disepakati sesuai peringkat perolehan suara terbanyak.
"Akhirnya berdasarkan suara terbanyak dan menyerahkan pada PKS dengan dasar pemikiran PKS meraih suara terbanyak kedua," ucapnya.
Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi mengaku sampai saat ini belum ada keputusan siapa yang didaulat untuk mengisi Kursi Ketua DPRD DIY. Menurutnya, semua anggota F-PDIP memiliki peluang yang sama. "Belum ada keputusan. Kan harus rapat dulu. Semua anggota fraksi mempunyai peluang yang sama," katanya.
Hal senada disampaikan Agus Sumartono yang namanya masuk bursa. Ketua Fraksi PKS DIY ini mengaku masalah tersebut menjadi kewenangan DPW PKS DIY. "Itu menjadi wewenang partai," katanya.
Sekretaris DPD Partai Gerindra DIY Dharma Setiawan menyatakan pihaknya telah mengirimkan tiga nama kepada DPP Gerindra untuk mengisi kursi pimpinan. Ketiganya adalah Anton Prabu Semendawai, Danang Wahyu Broto, dan Sinarbiyat. “Tetapi keputusannya ada di DPP,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Istana menyatakan biaya haji 2027 belum diputuskan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan penyelenggaraan sambil mengevaluasi pelaksanaan haji 2026.
Dinkes Sleman mencatat kecukupan ASN baru 61,8%. Pemkab menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD dan mengusulkan 87 formasi CPNS.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.