RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Bisnis Indonesia-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyebut jalan Tol Jogja-Solo (Joglo) dan tol Jogja-Bawen hanya membutuhkan lahan sekitar 40 hektare.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi mengatakan proyek dua jalan tol di DIY itu tak banyak memakan lahan karena sebagian jalan tol yang masuk ke wilayah DIY dibuat elevated (melayang). “Kombinasi ya, ada yang melayang ada yang tidak. Tapi paling banyak melayang. Jadi dampaknya sedikit karena memanfaatkan Selokan Mataram,” kata Gatot, Minggu (8/9/2019).
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X pernah memberikan sejumlah masukan terkait dengan rencana dua proyek tol di DIY itu. Sultan minta jalan tol tidak menggunakan lahan pertanian, permukiman, menghindari situs serta tidak membelah kampung.
Gatot menambahkan Pemda DIY saat ini bersiap memproses izin penetapan lokasi (IPL) jalan tol Jogja-Solo-Borobudur. Namun, hingga kini surat pengajuan IPL dari Kementerian PU belum turun.
Gatot mengatakan Pemda DIY sudah bertemu dengan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Semarang terkait dengan rencana pembangunan jalan tol tersebut.
“Pertemuan terkait pesiapan IPL, sudah ada titik-titiknya, sudah ada ruasnya,” kata Gatot.
“Tugas kami untuk menyiapkan proses IPL. Dana pembebasan tidak ada dari APBD [anggaran pendapatan dan belanja daerah], tapi dari Pusat. Pemda DIY cuma izin saja. Namun, surat pengajuan sampai saat ini belum masuk,” katanya.
Menurut Gatot lelang proyek tersebut dilakukan mulai dari persiapan, perencanaan hingga penunjukan rekanan pemenang lelang. “Untuk urusan lelang dari Pusat, mulai persiapan dan pelaksanaannya. Nah itu lelang dimulai dari persiapan hingga penetapan pemenang nanti. Kami masih menunggu surat resmi pengajuan penlok [penetapan lokasi],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.
Kejagung melimpahkan Yeka Hendra dan barang bukti ke JPU Kejari Jakarta Pusat untuk segera disidangkan terkait perkara korupsi ekspor CPO.
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Kemenpar merilis statistik pariwisata 2025 di 10 DPP dan 3 DPR. Simak daftar destinasi serta indikator yang menjadi perhatian pemerintah.