Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Belum genap lima tahun, siklus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul tahun ini meningkat drastis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, hingga September 2019 jumlah penderita meningkat menjadi 413 orang, dengan satu orang meninggal dunia pada Februari 2019.
Sekretaris Dinkes Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, menjelaskan meski saat ini musim kemarau, kasus DBD di Bumi Handayani relatif tinggi. Beberapa pemicu yakni mobilisasi penduduk, kepadatan penduduk, dan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang belum maksimal. "Ketiga faktor tersebut memicu tingginya kasus DBD di Gunungkidul," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Kamis (12/9/2019).
Ia mengatakan program PSN belum maksimal karena gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) belum berjalan maksimal karena baru dibentuk. Parameter PSN ialah angka bebas jentik (ABJ), di mana angka bebas jentik di atas 95 menjadi persoalan. "ABJ sudah di bawah 95, artinya DBD berasal dari luar daerah," katanya.
Menurutnya, ketika ada kasus DBD di suatu wilayah, tim dari puskesmas setempat segera mengadakan pendidikan epidemologi dengan tujuan untuk membuktikan asal DBD dari wilayah sekitar atau dari luar wilayah. Acuan yang dipakai yaitu ABJ. Ia menyebut Kecamatan Wonosari sebagai wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Gunungkidul. "Tahun ini jumlah penderita mencapai 66 orang," katanya.
Kepala UPT Puskesmas I Wonosari, Ariningsih Indriyati, membenarkan bahwa di wilayah Wonosari kasus DBD cukup tinggi. "Jumlah tahun ini sangat tinggi, terutama jika dibandingkan tahun lalu yang hanya terjadi satu kasus," ucapnya.
Ia menyatakan penyemprotan atau fogging tidak bisa dilakukan secara mendadak saat muncul kasus. Menurutnya, upaya fogging perlu mempertimbangkan jumlah warga yang menderita demam serta jentik nyamuk. Terlebih, fogging bukan satu-satunya cara menekan kasus DBD. "Pemberantasan sarang nyamuk dan fogging harus seimbang, karena fogging hanya memberantas nyamuk dewasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.