Dua Kecamatan Tunggu Proyek Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

foto ilustrasi (JIBI - Solopos)
11 September 2019 23:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua kecamatan di Gunungkidul yakni Panggang dan Purwosari tetap mendapat jatah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun dalam prosesnya, pembangunan pembangunan RTLH di dua wilayah itu berbeda.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Bambang Antono, menjelaskan Kecamatan Panggang mendapat bantuan RTLH dari alokasi APBD melalui program Pagu Induk Wilayah Kecamatan (PIWK), dedangkan untuk Kecamatan Purwosari mendapat bantuan RTLH dari sisa kuota Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS). "Untuk Kecamatan Purwosari sisa kuotanya sekitar 100 RTLH," ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Menurut dia, pembangunan 1.137 unit rumah bersumber dari APBN dan 60 unit rumah dari World Bank. Adapun dua desa yang mendapat bantuan dari World Bank ialah Desa Bendung dan Desa Bulurejo, Kecamatan Semin, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi. "Bantuan yang diperoleh sama yakni bahan bangunan senilai Rp15 juta dan uang tunai Rp2,5 juta," katanya.

Bambang mengatakan pembangunan RTLH yang danaya bersumber APBN sudah dalam tahap pengerjaan dan dipastikan selesai tahun ini. "Dengan adanya program ini semoga persoalan RTLH dapat berkurang," katanya.

Kepala Seksi Perumahan Swadaya DPUPRKP Gunungkidul, Wahyono, menambahkan RTLH dari sumber APBD DIY juga dalam proses pembangunan. Kuota untuk RTLH dana APBD DIY tercatat 1.942 unit rumah. "Untuk yang APBD-Perubahan ada 134 unit rumah," kata dia.

Hingga tahun ini, dijelaskan Wahyono, diperkirakan masih ada sekitar 17.000 RTLH di Gunungkidul. Jajarannya terus mengusahakan agar permasalahan RTLH ini segera teratasi. "Setiap tahun kami mengajukan baik melalui APBD, APBN maupun World Bank," kata dia.