Baru Dipasang, Atap Gedung TK Negeri Semin Runtuh

Sejumlah pekerja menurunkan genting di bangunan di TK Negeri Semin yang runtuh, Selasa (10/9/2019).Harian Jogja - David Kurniawan
10 September 2019 16:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan ruang kelas baru di TK Negeri Semin di Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, tidak berjalan dengan lancar. Pasalnya, pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 11.30 WIB, atap bangunan yang terbuat dari baja ringan runtuh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Salah seorang guru di TK Negeri Semin, Ernawati, membenarkan adanya peristiwa runtuhnya atap di gedung TK yang masih dibangun. Menurut dia, peristiwa ini terjadi saat pekerja memasang genting.

Awalnya proses pemasangan genting berjalan lancar. Sejumlah pekerja mengusung dan memasang genting. Kebetulan saat kejadian ada tiga pekerja yang berada di bagian atap untuk memasang genting. “Genting hampir terpasang semua. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang berasal dari atas dan tahu-tahu rangka atap sudah melengkung,” katanya.

Menurut Erna, sesaat setelah kejadian sejumlah pekerja yang berada di atas langsung turun. “Tidak ada yang luka, tapi pekerja yang berada di atas terlihat gemetar ketakutan setelah berada di bawah,” ujarnya.

Dia menuturnya peristiwa runtuhnya atap gedung sangat disayangkan. Meski demikian, Erna menilai ada sisi baiknya karena peristiwa terjadi saat bangunan masih dalam tahap pembangunan. “Kebetulan saat kejadian anak-anak sudah pulang. Untungnya lagi, bangunan masih dalam proses pengerjaan. Coba kalau saat sudah digunakan, pasti menatkutkan,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kadari, guru lain di TK Negeri Semin. Menurut dia, atap yang runtuh terjadi pada gedung yang masih dalam proses pembangunan. Rencananya gedung ini digunakan untuk ruang kelas baru karena hingga sekarang TK Negeri Semin masih kekurangan kelas. “Meski ada kerusakan, tapi beruntung karena kejadian saat masih dalam proses pembangunan,” katanya.

Kadari menuturkan, peristiwa rubuhnya atap di bangunan baru sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul. Rekanan yang mengerjakan pembangunan juga bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut. “Setelah kejadian genting yang terpasang diturunkan lagi,” katanya.

Dia berharap saat perbaikan rekanan benar-benar memperhatikan kualitas bangunan sehingga aman untuk digunakan. “Kualitasnya harus dijaga sehingga bangunan kokoh dan aman untuk kegiatan belajar mengajar. Kalau seperti ini jelas ada kerugian yang jumlahnya bisa mencapai belasan juta rupiah,” katanya.