Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Tim reparatir mereparasi anak timbang milik salah satu pedagang Pasar Piyungan, Kamis (12/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah menera ulang peranti ukur para pedagang Pasar Imogiri, kali ini giliran Pasar Piyungan disasar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan Bantul. Peneraan ulang di Pasar Piyungan dijadwalkan digelar selama dua hari, mulai Kamis (12/9/2019) hingga Jumat (13/9/2019).
Penera Ahli Muda UPT Metrologi Bantul, Kunta Wibawa, menyampaikan peneraan ulang tersebut merupakan kegiatan rutin yang tujuannya untuk melindungi para pedagang dan konsumen dari kecurangan-kecurangan alat ukur yang kerap terjadi.
“Yang ditera ulang adalah alat ukur, takar, timbang sama perlengkapannya atau biasa disingkat UTTP. Kegiatan ini adalah untuk melindungi hak konsumen dan juga penjual, kalau timbangannya berbede kan bakal ada yang dirugikan,” katanya ketika ditemui Harian Jogja di Pasar Piyungan, Kamis.
Jika dalam dua hari tersebut ada pedagang yang belum sempat menera ulang UTTP-nya, para pedagang tersebut bisa melakukan tera ulang di Kantor Dinas UPT Metrologi Bantul yang beralamat di Jalan Wahidin Sudiro Husudo No.70, Karangbayam, Desa Bantul, Kecamatan Bantul.
Saat menera ulang di Pasar Piyungan, UPT Metrologi dibantu oleh tim reparatir yang tugasnya memberbaiki UTTP para pedagang yang memang perlu diperbaiki. “Tugas mereka memperbaiki UTTP pedagang yang tidak sesuai standar. Adapun biaya yang dikeluarkan pedagang dalam kegiatan ini, ada dua, yang pertama biaya untuk retribusi lalu yang kedua biaya untuk reparasi,” ujar dia.
Soal biaya, dia menjelaskan pedagang hanya perlu mengeluarkan uang Rp3.000 untuk biaya retribusi, sedangkan biaya reparasi kurang lebih sekitar Rp25.000. Akan tetapi jika UTTP milik pedagang tidak perlu direparasi maka pedagang hanya perlu membayar biaya retribusi.
“Tapi kebanyakan memang perlu direparasi, karena namanya alat yang dipakainya setiap hari pasti perlu reparasi, banyak yang faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti cara penggunaan dan juga cara penyimpanan,” ujar dia.
Lurah Pasar Piyungan, Suhadi, mengaku sangat bersyukur dengan ada kegiatan tera ulang ini, menurutnya tera ulang ini sangat bermanfaat bagi para pedagang dan juga untuk para pembeli. “Karena bagaimanapun, ketepatan alat ukur akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan pembeli,” kata Suhadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.