Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
VP Region Gojek, Dinas Perhubungan DIY, dan Kepala Bidang Menengah Disdipdikpora DIY beserta siswa-siswa SMA di Jogja./Harian Jogja-Fitriatul Choiriyah-M129
Harianjogja.com, JOGJA—Gojek meluncurkan Liga Cerdikiawan, sebuah kampanye untuk menggunakan transportasi berbasis aplikasi dengan cerdik dan aman bagi pelajar SMA melalui kompetisi Vlog Life Hack Cerdikiawan at School. Kompetisi tersebut adalah kelanjutan dari peluncuran logo baru Gojek dan slogan #PastiAdaJalan, Rabu (11/9/201919) Petang.
“Sesuai namanya, ini adalah wadah bagi siswa yang cerdik dalam memilih transportasi yang aman dan memberikan solusi untuk hidupnya,” ucap VP Region Gojek Jateng DIY Delly Nugraha, dalam konferensi pers di Resto Dixie, Sleman.
Ia menegaskan keselamatan para pengguna transportasi berbasis aplikasi, terutama di kalangan pelajar, merupakan prioritas dari Gojek. Sebagai platform yang mengedepankan inovasi teknologi digital, Gojek telah mengembangkan fitur safety yang bermanfaat untuk keamanan pengguna layanan atau mitra driver Gojek.
“Melalui ajang ini kami mengajak para siswa SMA untuk mengembangkan kreativitas dalam mengkampanyekan keamanan menggunakan transportasi berbasis aplikasi dengan kompetisi vlog,” ucap Delly.
Tiga pemenang terpilih dalam kompetisi vlog akan menerima paket dana bantuan senilai Rp12,4 juta dari Gojek. Ratusan siswa dari sepuluh sekolah SMA terpilih di DIY akan mengikuti program ini. “Kami berharap Liga Cerdikiawan dapat mendorong siswa SMA di Jogja untuk semakin mantap untuk menggunakan transportasi publik dan terasah kreativitasnya dalam penyampaian ide serta memecahkan masalah sesuai dengan tagline kami #PastiAdaJalan,” kata Delly.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menyambut baik upaya Gojek untuk memprioritaskan keamanan bagi pengguna dan mitra driver. Upaya kampanye dan sosialisasi ini sangat tepat dimulai di kalangan pelajar yang belum bisa berkendara sendiri kerana belum cukup umur. “Sehingga mereka memilih sarana transportasi umum atau yang berbasis aplikasi,” ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY Isti Tri Asih mengatakan di DIY terdapat 164 dan 2019 SMK. Transportasi umum ataupun yang berbasis aplikasi sangat membantu pelajar. “Program Liga Cerdikiawan bisa mengeksplorasi anak-anak supaya ide dan inovasi kekreativitasnya mendapat wadah. Gojek dapat memberikan dan menyelenggarakan event yang sangat menarik untuk menampung karya-karya mereka,” ujar Isti.
Siswa SMAN 9 Jogja Angelina Nawang adalah pengguna Gojek sejak kelas X hingga XI. “Semoga Gojek lebih sukses dan semakin bermanfaat bagi pelajar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.