New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Warga Kecamatan Wirobrajan, Kota Jogja saat tampil dalam Lomba Fragmen Sejarah di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta, Rabu (18/9/2019)./Dyah Febriyani
Harianjogja.com, JOGJA—Sejarah lokal yang berkembang di 14 kecamatan se-Kota Jogja ditampilkan dalam bentuk pergelaran teater. Dalam pergelaran bertajuk Lomba Fragmen Sejarah yang digelar di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta selama tiga hari, sejak Rabu (18/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) tersebut, setiap kecamatan di Jogja menampilkan fragmen sejarah yang ada di wilayah mereka masing-masing.
Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni mengatakan Lomba Fragmen Sejarah diselenggarakan dalam rangka melestarikan serta mengembangkan sejarah, khususnya sejarah lokal yang ada di Kota Jogja. “Tidak jarang warga malah tidak tahu sejarah tempat yang mereka tinggali sendiri. Makanya perlu adanya dorongan untuk warga agar dapat mengetahui sejarah, salah satunya lewat teater ini,” ucap dia saat ditemui di sela-sela acara, Rabu.
Pementasan teater dipilih sebagai media untuk mengenal sejarah, imbuh dia, karena teater dinilai paling mudah diterima oleh masyarakat, terlebih anak muda. Melalui media seni dan menulis, sejarah dapat dipelajari dengan cara yang tidak membosankan.
Lewat fragmen teater, imbuh Anggi, sapaan akrab Fitria Dyah Anggraeni, peserta mau tidak mau harus mengeksplorasi sejarah yang ada di tempat tinggalnya. Dengan begitu, referensi dan daya literasi mereka pun baka ikut digembleng. “Dalam Lomba Fragmen Sejarah, warga membuat sebuah naskah skenario, kemudian mereka tampilkan dalam bentuk teater,” ucap Anggi.
Proses pembuatan naskah itu, kata dia, dilakukan warga secara bergotong royong melalui riset kecil-kecilan. Sebagai pancingan awal, Disbud Kota Jogja memberikan topik awal kepada warga untuk dikembangkan. “Contohnya, Kecamatan Tegalrejo identik dengan Diponegoro makanya mereka bikin cerita tentang Diponegoro,” kata Anggi.
Selain itu, Disbud Kota Jogja sebelumnya telah menggelar lokakarya tentang pementasan dan keaktoran. “Dari lokakarya itu, warga bisa membuat naskah sekaligus mementaskannya,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.