Pemerintah Lakukan Kurasi Terhadap 79 UMKM Sebelum Masuk YIA

Ilustrasi Peresmian UMKM Nyi Ageng Serang di Gedung Kesenian Kulonprogo, Senin (23/4/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
19 September 2019 09:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Setelah sembilan produk UMKM Kulonprogo bisa pasarkan di Galeri UMKM Jogja, saat ini semuanya dievaluasi. Pemerintah kemudian menyeleksi lagi UMKM yang produknya bisa masuk Yogyakarta International Airport (YIA).

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti mengatakan total ada 79 produk UMKM yang saat ini dalam tahap seleksi. Hal itu dilakukan untuk memilih, produk mana yang kemungkinan bisa masuk dipasarkan di Bandara YIA. Setelah berjalan enam bulan, produk dikurasi, apabila tetap menunjukan kualitas yang bagus, akan bertahan, apabila tidak, maka akan diganti produk lainnya.

"Kurasi dilakukan secara bertahap di tiap kelompok usaha. Saat ini kita lagi kurasi di sektor fashion. Tanggal 24 September nanti untuk kelompok boga," kata Harmin pada Rabu (18/9/2019).

Pihaknya mengusulkan terlebih dahulu produk yang kemungkinan bisa dikurasi oleh Pemerintah Provinsi DIY. "Dalam pengusulan 79 produk Kulonprogo itu, kami bentuk tim terpadu, jadi yang mengusulkan tidak hanya dari Dinas Koperasi dan UMKM saja, tapi juga ada OPD terkait seperti Dinas Pertanian dan Pangan atau Dinas Perdagangan," terang Harmin.

Sejak operasional pertama di Mei sampai saat ini, ada sembilan produk UMKM yang sudah dipasarkan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Produk tersebut antara lain Kopi StarProg, Cokelat Wondis, gula semut, cabe kemasan, batik, t-shirt Sugriwa Subali, souvenir gamelan, tenun samiya, dan produk fesyen geblek renteng.

Harmin menambahkan, Sembilan produk yang saat ini masih dipasarkan itu tetap ikut kurasi lagi. Apabila masih layak dipasarkan di bandara, maka dari sembilan itu tetap dipertahankan, apabila tidak bisa bersaing maka terpaksa harus diganti sama UMKM lainnya.

Salah satu pelaku UMKM pemilik usaha fashion Sugriwa Subali, Himawan Ardhi mengatakan, produk kaos dengan merek Sugriwa Subali sudah dipasarkan sejak April lalu di Bandara YIA. Awalnya pengunjung yang melihat produk hanya dari kalangan pejabat atau instansi saja, namun kini, masyarakat umum bisa melihat produk UMKM-nya.

Menurut Ardhi, berbagai keuntungan didapatkan saat produknya masuk bandara, salah satunya memperluas pangsa pasar. Tidak hanya warga lokal Kulonprogo saja yang melirik produk kaus bertemakan Sugriwa Subali, tapi juga dari banyak wilayah yang mendatangi bandara bisa melirik produk Sugriwa Subali.

Namun, menurutnya, tidak cukup berpuas diri saja karena sudah bisa dipasarkan di bandara, tapi harus bisa bersaing ikuti lagi kurasi agar bisa tetap dipasarkan di bandara. "Terpenting sekarang itu, kualitas terus ditingkatkan agar bisa tetap dipasarkan di bandara. Karena pastinya ke depan bisa saja tersisihkan," kata Ardhi.