Advertisement
JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) ditemui usai mengisi Ramadan Public Lecture di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi JanatiÂ
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menanggapi wacana Indonesia menjadi mediator dalam konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Menurut JK, niat Indonesia untuk menjadi penengah merupakan langkah baik. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya mendamaikan negara yang tengah berperang bukan perkara mudah.
Advertisement
"Saya kira tentu niat baik, bagus," kata JK saat ditemui seusai mengisi Ramadan Public Lecture di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada pada Kamis (5/3/2026).
"Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah," imbuhnya.
BACA JUGA
Soroti Peran Amerika Serikat
JK menilai pihak yang perlu ditemui Indonesia dalam upaya mediasi adalah Amerika Serikat. Dalam konteks ini ia merujuk pada Presiden AS, Donald Trump.
"Justru yang harus dikunjungi, Trump, karena dia menyerang," ujarnya.
Dorong Pemanfaatan Board of Peace
Selain itu, JK juga mendorong agar forum Board of Peace (BOP) dapat dimanfaatkan sebagai sarana mendorong perdamaian. Ia berharap Pemerintah Indonesia menggunakan posisinya di forum tersebut untuk memperkuat upaya diplomasi damai.
"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," tandasnya.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, JK juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertemuan tersebut membahas kondisi dan kebijakan negara saat ini.
"Ya bagaimana keadaan negara, dijelaskan bagaimana kebijakan keadaan negara," tuturnya.
Ketika ditanya apakah pembahasan tersebut juga menyinggung sikap Indonesia terhadap konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, JK menyebut isu tersebut sempat dibicarakan.
"Ya itu tentu, tentu kami mengharapkan memberikan simpatilah kepada Iran," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Komisi III DPR RI Soroti Perusahaan Gunakan Preman untuk Penagihan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








