Ribuan Mahasiswa UII Turun ke Jalan, Ini 7 Tuntutan untuk Prabowo-Gibran
Lebih dari 1.000 mahasiswa UII menggelar aksi damai membawa tujuh tuntutan terkait pemerintahan Prabowo-Gibran. Kampus beri dispensasi kuliah.
Potret pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. /Istimewa-PT Adhi Karya.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo–Junction Sleman memasuki fase baru. Setelah seluruh pekerjaan fondasi atau borepile rampung pada awal Juni 2026, kontraktor kini mempercepat pengerjaan struktur atas sebagai bagian dari tahapan konstruksi berikutnya.
Rampungnya pekerjaan fondasi menandai selesainya seluruh aktivitas pengeboran yang menjadi dasar pembangunan jalan tol di kawasan Trihanggo hingga Junction Sleman. Tahap selanjutnya difokuskan pada penyelesaian struktur penyangga dan pemasangan elemen konstruksi yang akan membentuk badan jalan tol.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan seluruh rangkaian pekerjaan fondasi telah diselesaikan baik di area dalam maupun luar Ring Road Utara.
"Alhamdulillah ini kami sudah bisa menyelesaikan tahapan borepile. Jadi seluruh rangkaian bor atau pekerjaan pondasi yang ada di paket 2.2 alhamdulillah telah selesai," kata Agung, Sabtu (6/6/2026).
Setelah pekerjaan fondasi selesai, kontraktor masih menuntaskan pembangunan empat pilecap yang akan dicor menuju kolom penyangga. Selain itu, pemasangan girder atau balok beton penyangga juga terus dilakukan, terutama pada jalur utama yang melintas di atas Ring Road Utara.
"Nanti tinggal ada empat pilecap itu yang nanti tinggal dicor naik ke atas kolom, kemudian sudah jadi. Kemudian untuk girdernya itu alhamdulillah terus kita lakukan, nanti batasnya sampai lampu merah itu, yang untuk girder utama," ujarnya.
Agung menjelaskan girder yang berada di bagian tengah konstruksi nantinya berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan langsung ruas Tol Jogja-Solo menuju arah Solo tanpa harus keluar melalui akses simpang atau ramp.
"Kalau yang tengah itu nanti kan connecting langsung yang langsung, yang direct ke Solo, dari ke Solo tidak turun, itu nanti lewatnya tengah itu. Kalau yang pinggir-pinggir itu nanti yang turun maupun yang mau untuk naik dari Trihanggo," jelasnya.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi di sisi kanan dan kiri Ring Road Utara masih difokuskan pada pemasangan girder untuk jalur Ramp On dan Ramp Off Trihanggo. Infrastruktur tersebut akan menjadi akses kendaraan untuk masuk maupun keluar dari Tol Jogja-Solo.
"Iya [sudah selesai] untuk girder yang tengah, tapi kalau Ramp On/Ramp Off kan tetep harus sampai ujung itu," kata Agung.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman menggunakan dua metode konstruksi. Pada ruas yang melintasi Ring Road Utara, jalan tol dibangun dengan konsep elevated atau melayang untuk menjaga kelancaran lalu lintas di bawahnya.
Adapun pada wilayah permukiman yang melintasi Kalurahan Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi, konstruksi dikerjakan menggunakan metode at grade atau sejajar permukaan tanah. Pengerjaan struktur atas yang kini berlangsung menjadi tahapan penting untuk mempercepat progres pembangunan salah satu ruas strategis dalam jaringan Tol Jogja-Solo yang akan menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 1.000 mahasiswa UII menggelar aksi damai membawa tujuh tuntutan terkait pemerintahan Prabowo-Gibran. Kampus beri dispensasi kuliah.
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.