Misteri Api di Sleman Belum Terungkap, Sudah Muncul 87 Kali
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Potret pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction Sleman memasuki tahap akhir konstruksi. Hingga akhir Mei 2026, progres pengerjaan telah mencapai 85 persen dan kontraktor kini memfokuskan pekerjaan pada pembangunan jalan beton serta penyelesaian berbagai fasilitas pendukung.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan seluruh pekerjaan struktur dan fondasi telah rampung. Saat ini pengerjaan difokuskan pada rigid pavement atau jalan beton yang tersebar di sejumlah titik proyek.
“Sudah rigid sekarang. Sudah tinggal rigid-rigid semua, pekerjaan struktur sudah selesai semua di dalam,” ujar Agung, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar pekerjaan jalan beton telah berlangsung pada area proyek yang berada di luar Ring Road Utara maupun kawasan permukiman yang dilintasi jalur tol.
Salah satu lokasi yang saat ini memasuki tahap lanjutan pengerjaan adalah area bekas SDN Nglarang. Setelah proses pembongkaran selesai dilakukan, lokasi tersebut kini telah ditimbun dan siap memasuki tahap pengecoran jalan beton.
“Sudah top level timbunannya, sebentar lagi rigid ini,” katanya.
Dengan capaian progres mencapai 85 persen, PT Adhi Karya menargetkan percepatan pekerjaan selama Juni hingga Juli 2026. Fokus utama diarahkan pada pekerjaan finishing untuk mendukung kesiapan operasional jalan tol.
Agung menjelaskan sejumlah pekerjaan yang akan dikebut meliputi pemasangan parapet, rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, hingga proses pengaspalan pada beberapa bagian konstruksi.
“Betul, nanti finishingnya di Juni-Juli ini,” ujarnya.
“Nanti kita kebut di Juni-Juli ini untuk bisa lebih pekerjaan aksesoris nanti, ada parapet, ada rambu, ada lampu, nanti sama pengaspalan,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Apabila target tersebut tercapai, ruas Trihanggo-Junction Sleman akan terhubung dengan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 ruas Junction Sleman-Simpang Susun Banyurejo. Konektivitas tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“[Tol] Trihanggo-Junction Sleman itu di jadwalnya kita Oktober,” kata Rudy saat meninjau pembangunan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani pada April lalu.
Keberadaan ruas Trihanggo-Junction Sleman menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan Jalan Tol Jogja-Solo. Selain meningkatkan konektivitas antardaerah, ruas ini juga diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan Jogja dan sekitarnya.
Dengan progres yang telah mencapai 85 persen dan seluruh pekerjaan struktur selesai, tahap penyelesaian dalam dua bulan ke depan menjadi kunci untuk mengejar target penyelesaian proyek pada Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Ketahui cara mengecek apakah KTP digunakan untuk pinjol ilegal melalui SLIK OJK, tanda-tanda penyalahgunaan identitas, dan langkah penanganannya.
Argentina kembali memimpin ranking FIFA terbaru menjelang Piala Dunia 2026. Indonesia naik empat peringkat ke posisi 118 dunia setelah mengalahkan Oman.
Pemkab Gunungkidul puas dengan pelaksanaan program pembayaran 100% non-tunai di Tempat Pemungutan Retribusi Baron sehingga akan diperluas model pembayaran ini.
Lima smartphone baru diperkirakan meramaikan Juni 2026. Mulai dari Xiaomi 17T, OnePlus 15s, hingga iQoo Z11 dengan baterai jumbo 9.020 mAh.
China menjadi produsen pertanian terbesar dunia, diikuti Amerika Serikat dan Brasil. Indonesia belum masuk 10 besar, tetapi produksi beras terus meningkat.