10 UMKM Gunungkidul Disiapkan Masuk YIA

Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
20 Mei 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 10 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul mendapat rekomendasi untuk mengisi gerai di Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo. Jenis usaha yang diusung masing-masing enam usaha kecil yang bergerak di bidang makanan serta empat lainnya di bidang kerajinan.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunungkidul, Sih Supriyana, mengatakan hasil inventarisasi usaha kecil yang disiapkan mengisi gerai di YIA sudah disampaikan dan dirapatkan bersama Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Meski demikian sampai saat ini jajarannya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemda DIY. "Disperindag DIY yang menentukan UMKM mana yang ditunjuk untuk mengisi gerai di YIA," ucap Sih, Senin (20/5/2019).

Dijelaskan Sih Supriyana, UMKM yang direkomendasikan berjualan di YIA merupakan usaha kecil yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lain di DIY. Tiga sektor usaha yang disasar bergerak di bidang makanan, kerajinan, dan fesyen. "Ketiga jenis industri kecil tersebut bisa masuk ke sana [YIA]," katanya.

Menurut Sih, UMKM yang bergerak di sektor makanan mempunyai peluang yang lebih besar untuk masuk ke YIA dibanding dengan sektor lain seperti kerajinan dan fesyen. Pelaku usaha ini bisa menjual langsung makanannya di bandara dan punya target setiap hari harus laku. Sedangkan untuk gerai kerajinan dan fesyen, dikatakan Sih, yang direkomendasikan merupakan kerajinan dan fesyen khas Bumi Handayani.

Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul, Sutaryono, menuturkan sebelum menentukan 10 UMKM yang disiapkan masuk YIA jajarannya sudah mengikuti rapat dengan kabupaten lainnya. "Rapat digelar pada November 2018," ujar Sutaryana.

Menurut Sutaryana UMKM yang mendapat rekomendasi ialah UMKM yang sudah punya produk layak jual, punya rutinitas produksi dan lebih maju dibandingkan UMKM lainnya. Ia berharap agar produk yang mendapat kesempatan berjualan di gerai tidak berhenti di tengah jalan. "Usahanya harus bisa lanjut terus," imbuhnya.

Manajer Cokelat Nglanggeran, Sugeng Handoko, mengaku sudah mendapat pemberitahuan ihwal peluang berjualan di YIA. Dia mengaku diberi waktu apakah siap mengisi dalam waktu satu minggu ke depan. "Kami siap dan sudah mempersiapkan berbagai hal," kata dia.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan kemasan produk dengan petunjuk dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Beberapa produk unggulan yang disiapkan meliputi minuman cokelat, dodol, dan pisang salut. Dia berharap sebelum Lebaran produknya sudah ada di gerai YIA. "kami berharap bisa mengenalkan produk lokal dan bisa tembus ke pasar global," katanya.