Prakiraan Cuaca DIY: Full Cerah Berawan Hari Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Pembicara menyampaikan materi dalam seminar yang diselenggarakan UAJY, Rabu (18/9/2019)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN - Investasi saat ini bukan merupakan sesuatu hal yang baru. Setiap individu pada dasarnya dimungkinkan untuk berinvestasi salah satunya melalui pasar modal. Banyak hal yang harus diperhatikan apabila seorang individu akan berinvestasi melalui pasar modal.
Atas latar belakang tersebut, pada hari Rabu (18/9/2019), Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melalui Pusat Pengembangan Bisnis dan Ekonomika (PPBE) bekerja sama dengan Radio Smart FM 102.1 FM Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Seminar Pasar Modal dengantema “Pasar Modal Sebagai Lifestyle di Era Industri 4.0”
Acara seminar ini dibuka dengan sambutan Budi Suprapto, MBA, Ph.D, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia bisnis saat ini.
Seminar ini juga dibuka oleh sambutan dari Benni Listiyo selaku Station Manager Radio Smart FM Yogyakarta. Seminar ini dihadiri kurang lebih 150 mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah menyasar generasi muda untuk menumbuhkan semangat memiliki gaya hidup berinvestasi di tengah tantangan gaya hidup konsumtif yang juga semakin besar.
Seminar diselenggarakan dilaksanakan dalam dua sesi. Pemateri untuk sesi pertama adalah Irfan Noor Riza selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Cabang Yogyakarta yang memaparkan tentang pentingnya sebuah kegiatan investasi dan keuntungan yang bisa didapatkan individu melalui investasi. Dalam sesi tersebut, Irfan Noor Riza juga mensosialisasikan kembali program “Yuk Nabung Saham” yang merupakan kampanye oleh PT Bursa Efek Indonesia yang mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala.
Materi untuk sesi kedua disampaikan oleh Charlie Yansen selaku Branch Manager Phintraco Sekuritas Cabang Yogyakarta. Dalam sesi pemaparannya, Charlie Yansen menyampaikan mengenai kiat-kiat berinvestasi di pasar modal.
Menurut Charlie Yansen, ada beberapa hal yang harus dipahami terkait dengan investasi saham, yaitu: menentukan tujuan investasi, melihat kemampuan sumber daya yang dimiliki, menentukan jangka waktu investasi, dan memahami risiko investasi (seperti: perusahaan yang bangkrut, serta saham yang mengalami delisting dan suspensi).
Dalam sesi tersebut, Charlie Yansen juga menampilkan simulasi kepada peserta untuk melakukan trading di pasar modal melalui aplikasi trading milik Phintraco Sekuritas, yaitu aplikasi PROFITS.
"Harapan ke depan dengan diselenggarakannya seminar pasar modal seperti ini adalah bertumbuhnya keinginan masyarakat, khususnya generasi muda untuk berinvestasi, salah satunya melalui pasar modal dengan membeli saham perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia, sehingga ke depannya bisa terbentuk suatu investing community yang semakin meluas," kata Tabita Indah Iswari selaku Kepala Pusat Pengembangan Bisnis dan Ekonomika
Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (20/9/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Inter Milan menjuarai Coppa Italia usai mengalahkan Lazio 2-0 dan memastikan gelar ganda domestik musim ini.
Fitur Incognito Chat WhatsApp bikin obrolan AI hilang tanpa jejak. Meta klaim isi percakapan tak bisa diakses siapa pun.
Jadwal wakil Indonesia di Thailand Open 2026, termasuk duel berat Thalita Ramadhani Wiryawan melawan Ratchanok Intanon.
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Primbon Jawa menyebut weton Senin Wage dan Kamis Legi memiliki hari naas tertentu. Simak pantangan dan maknanya menurut tradisi Jawa.